Motivasi, Artikel, dan Segala opini tentang saya
Kita semua sudah melewati hari idul adha dengan hati yang lapang, karena secara tidak langsung kita membagikan apa yang kita punyai dalam bentuk zakat yang secara tidak langsung kepada kaum dhuafa. Ini membuat kita secara tidak langsung melepaskan suatu ‘energi’ di dalam hati kepada alam semesta sedemikian hingga kita membuat suatu rasa yang nyaman. Energi-energi tadi secara tidak langsung mengumpul, terseleksi sendiri oleh alam semesta, dan disalurkan secara tidak langsung kepada orang yang berhubungan, walaupun itu tidak terikat dengan hubungan tertentu semacam pertalian saudara. Dan energi itu bisa berubah dalam bentuk energi lain sesuai dengan kesetimbangan alam (homeostatis). Agak susah memang menalar bahasa filosofis apabila dikaitkan dengan esensi memberi pada Idul Adha dikaitkan dengan efek yang dihasilkan setelah member, tapi itu yang terjadi. Ya, benar, hokum kekekalan energi berlaku disini, energi tidak dapat dimusnahkan, tetapi energi berubah menjadi bentuk yang lain (steady)Menurut buku The Secret, yang sempat menggemparkan dunia permotivasian, didalamnya diberikan suatu postulat, tentang Law of attraction, yang salah satu isinya pada intinya berisi, “Kau yang menanam, Kau yang memetik”, layaknya hukum aksi reaksi di dalam ilmu fisika, ketika kau meninju dinding, dinding tadi juga akan memantulkan efek yang sama berupa energi dari hasil tinju yang kamu lakukan, setara dengan apa yang kau tinjukan. Benar, seberapa kita meninju dinding, seberapa sakit juga yang kita rasakan dari hasil tinjuan kita itu sendiri.Apabila kita mengkaitkan kepada Kaum Dhuafa atas apa yang kita beri dalam rangka Hari Idul Adha, kita bisa melihat suatu efek aksi reaksi atau hukum Attraction berlaku disini, walaupun secara kita tidak menyadari entah itu secara implisit maupun secara eksplisit. Mungkin dengan kita memberikan semacam hewan kurban, kemudian rejeki kita dilancarkan. Ini secara tidak langsung dibuktikan oleh para ilmuwan dan intelektual Eropa itu sendiri yang menemukan Law of Attraction. Bahkan kita bisa menemukan dalam majalah-majalah islami, ataupun secara tidak langsung pengakuan dari tetangga kita, saudara kita, ataupun bahkan di televisi sekalipun. Tentang orang yang kaya karena zakat, hutang-hutang yang terlunasi padahal tidak ada uang sekalipun ataupun penghasilan tidak menentu tetapi sanggup membayar dengan justru mengorbankan beberapa rupiah saja. Karena kita tahu esensi zakat itu sendiri sama seperti infak/sodakoh secara garis besar, namun ada aturan tersendiri dalam pengaturannya. Sehingga tidak heran apabila terdapat buku ataupun artikel-artikel the miracle of zakat. Bahkan seorang Ustadz pun ada yang mengkhususkan pada bidang bersodakoh, zakat ataupiun yang terkait dengan itu seperti Ustadz Yusuf Mansur.Melihat banyak musibah- musibah yang terjadi di Indonesia, hingga ada dalam ranah komunitas internet menamakan dirinya komunitas “pray for Indonesia” hingga dalam ranah dunia yang asli, semua berdoa, berharap bahwasanya bencana tidak terjadi di Indonesia kembali. Walaupun ada yang berkata bahwasanya bencana merupakan suatu pertanda akan pergantian kekuasaan presiden, timbulnya Satrio Piningit. Tetapi bila kita mengetahui dengan mengacu pada Law of Attraction ini, kita bisa melihat bahwasanya sebelum kejadian ini, pasti ada yang ‘mengawali’ memberikan sesuatu aksi yang negatif secara kronik (sedikit demi sedikit tetapi persisten atau teratur baik itu teratur secara sengaja maupun teratur secara tidak sengaja). Baik itu secara personal maupun secara massal.Dengan masih suasana Idul Adha ini, apabila kita kaitkan dengan aksi zakat yang kita kaitkan, mari kita bersama-sama membersihkan niat kita dari perzakatan ini untuk tujuan komersil, alihkan lah tujuan komersil itu kepada tujuan yang lebih bermanfaat seperti, doakanlah orang-orang korban bencana, berharap karma tidak menimpa balik, kalaupun itu memang sebagai sebuah karma, biarkanlah alam yang mengatur, kita hanya bisa berdoa, memberikan semacam energi tidak terlihat untuk membuat para korban-korban bencana mentawai, merapi maupun korban-korban bencana lain lebih ringan. Berdoalah pula untuk alam, berharaplah alam memberikan nilai positif untuk kita.Bila dikaitkan dengan banyaknya acara televisi, kita pun bahkam melihat banyak fenomena-fenomena seperti yang dulunya acara televisi gosip berisi tentang gosip, kita bahkan melihat acara-acara tertentu menampilkan sosok semacam Andi Soraya yang berkurban di dalam selnya, tetapi disisi lain kita melihat seseorang melepaskan energi positifnya ke semesta, kitapun melihat berita televisi mengenai berkurangnya pembeli daging kurban di daerah Sleman, pembeli anjlok hingga setengahnya. Agaknya kita juga melihat secara tidak langsung efek yang diberikan semesta akibat adanya Musibah ini. Ini saatnya kita menata rasa, hati dan keikhlasan untuk membantu melepaskan ‘energi’ positif dengan berzakat salah satunya.Merajut Asa dengan kaum DhuafaSetelah kita melihat dampak krusial dan gamblang secara tidak langsung mengenai zakat, kitapun jangan melupakan esensi dari pemberian zakat yang utama, yakni meringankan kaum Dhuafa. Kaum Dhuafa banyak membutuhkan uluran kita, salah satunya dengan zakat, bahkan penulis sendiri pernah mendengar ungkapan, “apabila seluruh masyarakat Indonesia melakukan upaya zakat, maka Negara Indonesia akan menajdi Negara yang kaya”. Bahkan Negara Malaysia dan Brunei beberapa bulan yang lalu sudah mencanangkan metode sistem zakat untuk pengaturan salah satu sistem aliran keuangan Negara mereka. Ini merupakan salah satu terobosan sistem Negara mereka untuk meningkatkan harapan hidup para kaum Dhuafa, hingga merajut asa mereka untuk mempunyai kehidupan sama dengan kita. Selamat Hari Raya Idhul Adha 1431 hijriyah.sumber gambar : farhansyaddad.wordpress.com
Kita mengetahui tentang bencana ini, bahwasanya bencana ini menghantam daerah mentawai sumatera barat. Kita patut berbela sungkawa atas kejadian ini. Banyak yang terenggut nyawa karena tsunami ini. Bahkan hingga mengundang pendapat Marzukie Ali, ketua umum DPR dari fraksi partai demokrat. Namun yang agak disayangkan adalah perkataannya mengenai kesiapsiagaan nya atas daerah yang akan terjadi bencana.Layaknya lagu dangdut, Percuma saja berlayar, kalau kau takut gelombang, percuma saja bercinta, kalau kau takut sengsara. Merupakan kata-kata yang menohok, namun ada benarnya. Disamping karena kita memang benar apa yang dikatakan Marzukie Ali mengenai pernyataannya, tetapi agak pahit juga rasanya. Namun kita perlu menelusuri juga faktor-faktor yang mungkin menyebabkan terjadinya bencana itu sendiri, berikut mekanisme kerja atau persiapan menghadapi bencana, dalam kasus ini Mentawai, apabila ingin mengkaitkan pernyataan Marzuki AlieBanyak faktor yang terjadi apabila kita ingin mengkaitkan seperti kesalahan manusia yang mungkin. Naifnya persiapan menuju bencana. Seperti yang kita ketahui, bahwasanya seismograf yang terpasang di BMG seharusnya bisa mencatat dan meramal adanya bencana, gempa maupun pergeseran lempeng. Tetapi fakta yang terjadi, berhubungan dengan persiapan pra-bencana (yakni sebelum bencana terjadi) seringkali tidak konsisten dalam mencatat terjadinya berita. Ini bisa disebabkan kekurangsigapan alatnya itu sendiri dan juga maupun faktor SDM Indonesia itu sendiri. Agaknya itu perlu dijadikan cermin bagi para seismographer dalam menganalisis terjadinya bencana di seluruh Indonesia, termasuk di mentawai itu sendiri.Kita juga bersyukur ketika kita mendengar berita bahwasanya Mentawai diberikan dana khusus 2.6 T untuk kepentingan pembangunan Mentawai dari Dinas maupun Bupati Sumatera Barat. Walaupun begitu, kita juga perlu melihat kinerja dari pemerintah, jangan sampai terjadi uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kemanusiaan harus digunakan untuk nepotisme korporat tertentu. Merupakan tugas dari Presiden dan Menteri. Bila perlu, wakil KPK maupun ICW perlu diterjunkan untuk mengawasi jalannya uang tersebut baik itu secara structural maupun secara fungsional.Namun bila kita runut jauh sebelum permasalahan keterlambatan bencana mentawai yang disinyalir terlambat hingga 10 jam itu, kita perlu mengulas masalah dana anggaran cadangan yang dianggarkan oleh pemerintah kepada suatu instansi, termasuk kepada badan penyelenggara pemngumuman seismograf tadi (BSNP) . Kalau kita urut, sumber dari metro tv menyebutkan bahwasanya dana dari BSNP ini hanya 222 milyar yang dianggarkan, jauh dari anggaran yang di hibahkan kepada DPR senilai 1.2 T. Agaknya patut dipertanyakan mengenai masalah rendahnya jatah keuangan yang masuk untuk BSNP itu sendiri.Selain itu kita perlu berfikir dua kali mengenai adanya jatah yang sangat kontras antara DPR dengan BSNP sendiri mengenai anggaran yang dianggarkan. Mengapa? Karena kita melihat anggaran itu, merupakan cerminan dari hasil kinerja dan seberapa 'panjang' tangan-tangan yang bisa terjangkau maupun seberapa canggih kah teknologi yang digunakan.Selain itu, perlu di buatnya sebaran yang merata SAR untuk setiap daerah dimaksudkan membuat terjadinya antisipasi bencana lebih responsive. Kecuali apabila ada bencana tertentu yang merenggut banyak nyawa, perlu dipusatkan SAR yang lebih banyak pada daerah itu. Sehingga hasil yang digunakan dalam menyelidiki, mengevakuasi, tanggap bencana lebih sigap untuk dihadapi. Namun, adakalanya pihak SAR sendiri juga kurang konsisten terhadap semua korban yang ada. Ini terlihat dari faktor manusia dan faktor bahaya yang terjadi dari sisi penyelamatan korban itu sendiri.Apabila kita melihat dari sisi PMI itu sendiri, yang diketuai oleh mantan wapres Jusuf Kalla, agaknya mulai terlihat gerak-gerik dan kemajuan PMI Indonesia itu sendiri. Apabila kita menggunakan PMI sebagai kuda troya dalam bidak catur, agaknya peran ini sangat penting sekali mengingat perannya dalam persiapan pasca-bencana sangat aktif dibutuhkan, mulai bekerja sama dengan tim SAR, menyiapkan pakaian yang tidak terpakai, hingga revitalisasi rumah penduduk pasca-bencana.Namun kita juga jangan melupakan banyaknya alat detektor tsunami yang merupakan sumbangan dari jepang, dikuliti oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab hingga tidak berfungsi sampai sekarang. Diperlukan pihak sigap dari aparat keamanan laut untuk mendeteksi adanya pencurian besi yang dijual ke pihak-pihak tertentu dengan nilai jual ratusan hingga milyaran rupiah itu. Karena pencurian maupun pengrusakan barang seperti itu, bisa mengurangi atau bahkan menggagalkan upaya antisipatif pra-bencana yang digembar-gemborkan pemerintah.Berkaitan dengan kata-kata Marzuki Alie mengenai siap tidaknya para penduduk daerah kepulauan, sebenarnya ada benarnya juga bila kita menurut lapangan, tentang fakta yang terjadi saat ini. Mungkin bisa terlihat dari kekurangsigapan dari pra-bencana itu sendiri, dalam artian mungkin memang fasilitas di Indonesia yang menengarai bencana ini kurang maksimal hingga akhirnya berbuntut dari kurangsigapan hingga memicu keterlambatan ramalan detektor bencana. Sehingga wajar saja yang fakta yang terjadi di lapangan: bencana banyak merusak bermacam-macam fasilitas umum dan tentunya merenggut banyak nyawa, seperti yang terjadi saat ini. Namun, kita masih belum terlambat memperbaiki apa yang terjadi dengan berupa melakukan penanganan-penanganan pasca-bencana, melakukan evaluasi lebih kritis dan efektif terhadap semua sektor dibidang ketanggapan bencana alam sehingga resiko timbulnya korban dan rusaknya fasilitas umum dapat diminimalisir.
Kita mengetahui tentang bencana ini, bahwasanya bencana ini menghantam daerah mentawai sumatera barat. Kita patut berbela sungkawa atas kejadian ini. Banyak yang terenggut nyawa karena tsunami ini. Bahkan hingga mengundang pendapat Marzukie Ali, ketua umum DPR dari fraksi partai demokrat. Namun yang agak disayangkan adalah perkataannya mengenai kesiapsiagaan nya atas daerah yang akan terjadi bencana.
Layaknya lagu dangdut, Percuma saja berlayar, kalau kau takut gelombang, percuma saja bercinta, kalau kau takut sengsara. Merupakan kata-kata yang menohok, namun ada benarnya. Disamping karena kita memang benar apa yang dikatakan Marzukie Ali mengenai pernyataannya, tetapi agak pahit juga rasanya. Namun kita perlu menelusuri juga faktor-faktor yang mungkin menyebabkan terjadinya bencana itu sendiri, berikut mekanisme kerja atau persiapan menghadapi bencana, dalam kasus ini Mentawai, apabila ingin mengkaitkan pernyataan Marzuki Alie
Banyak faktor yang terjadi apabila kita ingin mengkaitkan seperti kesalahan manusia yang mungkin. Naifnya persiapan menuju bencana. Seperti yang kita ketahui, bahwasanya seismograf yang terpasang di BMG seharusnya bisa mencatat dan meramal adanya bencana, gempa maupun pergeseran lempeng. Tetapi fakta yang terjadi, berhubungan dengan persiapan pra-bencana (yakni sebelum bencana terjadi) seringkali tidak konsisten dalam mencatat terjadinya berita. Ini bisa disebabkan kekurangsigapan alatnya itu sendiri dan juga maupun faktor SDM Indonesia itu sendiri. Agaknya itu perlu dijadikan cermin bagi para seismographer dalam menganalisis terjadinya bencana di seluruh Indonesia, termasuk di mentawai itu sendiri.
Kita juga bersyukur ketika kita mendengar berita bahwasanya Mentawai diberikan dana khusus 2.6 T untuk kepentingan pembangunan Mentawai dari Dinas maupun Bupati Sumatera Barat. Walaupun begitu, kita juga perlu melihat kinerja dari pemerintah, jangan sampai terjadi uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kemanusiaan harus digunakan untuk nepotisme korporat tertentu. Merupakan tugas dari Presiden dan Menteri. Bila perlu, wakil KPK maupun ICW perlu diterjunkan untuk mengawasi jalannya uang tersebut baik itu secara structural maupun secara fungsional.
Namun bila kita runut jauh sebelum permasalahan keterlambatan bencana mentawai yang disinyalir terlambat hingga 10 jam itu, kita perlu mengulas masalah dana anggaran cadangan yang dianggarkan oleh pemerintah kepada suatu instansi, termasuk kepada badan penyelenggara pemngumuman seismograf tadi (BSNP) . Kalau kita urut, sumber dari metro tv menyebutkan bahwasanya dana dari BSNP ini hanya 222 milyar yang dianggarkan, jauh dari anggaran yang di hibahkan kepada DPR senilai 1.2 T. Agaknya patut dipertanyakan mengenai masalah rendahnya jatah keuangan yang masuk untuk BSNP itu sendiri.
Selain itu kita perlu berfikir dua kali mengenai adanya jatah yang sangat kontras antara DPR dengan BSNP sendiri mengenai anggaran yang dianggarkan. Mengapa? Karena kita melihat anggaran itu, merupakan cerminan dari hasil kinerja dan seberapa 'panjang' tangan-tangan yang bisa terjangkau maupun seberapa canggih kah teknologi yang digunakan.
Selain itu, perlu di buatnya sebaran yang merata SAR untuk setiap daerah dimaksudkan membuat terjadinya antisipasi bencana lebih responsive. Kecuali apabila ada bencana tertentu yang merenggut banyak nyawa, perlu dipusatkan SAR yang lebih banyak pada daerah itu. Sehingga hasil yang digunakan dalam menyelidiki, mengevakuasi, tanggap bencana lebih sigap untuk dihadapi. Namun, adakalanya pihak SAR sendiri juga kurang konsisten terhadap semua korban yang ada. Ini terlihat dari faktor manusia dan faktor bahaya yang terjadi dari sisi penyelamatan korban itu sendiri.
Apabila kita melihat dari sisi PMI itu sendiri, yang diketuai oleh mantan wapres Jusuf Kalla, agaknya mulai terlihat gerak-gerik dan kemajuan PMI Indonesia itu sendiri. Apabila kita menggunakan PMI sebagai kuda troya dalam bidak catur, agaknya peran ini sangat penting sekali mengingat perannya dalam persiapan pasca-bencana sangat aktif dibutuhkan, mulai bekerja sama dengan tim SAR, menyiapkan pakaian yang tidak terpakai, hingga revitalisasi rumah penduduk pasca-bencana.
Namun kita juga jangan melupakan banyaknya alat detektor tsunami yang merupakan sumbangan dari jepang, dikuliti oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab hingga tidak berfungsi sampai sekarang. Diperlukan pihak sigap dari aparat keamanan laut untuk mendeteksi adanya pencurian besi yang dijual ke pihak-pihak tertentu dengan nilai jual ratusan hingga milyaran rupiah itu. Karena pencurian maupun pengrusakan barang seperti itu, bisa mengurangi atau bahkan menggagalkan upaya antisipatif pra-bencana yang digembar-gemborkan pemerintah.
Berkaitan dengan kata-kata Marzuki Alie mengenai siap tidaknya para penduduk daerah kepulauan, sebenarnya ada benarnya juga bila kita menurut lapangan, tentang fakta yang terjadi saat ini. Mungkin bisa terlihat dari kekurangsigapan dari pra-bencana itu sendiri, dalam artian mungkin memang fasilitas di Indonesia yang menengarai bencana ini kurang maksimal hingga akhirnya berbuntut dari kurangsigapan hingga memicu keterlambatan ramalan detektor bencana. Sehingga wajar saja yang fakta yang terjadi di lapangan: bencana banyak merusak bermacam-macam fasilitas umum dan tentunya merenggut banyak nyawa, seperti yang terjadi saat ini. Namun, kita masih belum terlambat memperbaiki apa yang terjadi dengan berupa melakukan penanganan-penanganan pasca-bencana, melakukan evaluasi lebih kritis dan efektif terhadap semua sektor dibidang ketanggapan bencana alam sehingga resiko timbulnya korban dan rusaknya fasilitas umum dapat diminimalisir.
Kita agaknya harus memebrikan semacam ucapan congrats kepada timur, yang mana sudah terpilih menjadi Kapolri baru. NAmun,timur, kapolri yang baru adalah merupakan kandidat yang controversial. Baru dating, tiba-tiba langsung menohok dan langsung menang. Disini agaknya perlu dicurigai namun terlepas dari itu, nyata-nyatanya tidak ada pertengkaran sendiri di tubuh kapolri. Lebih dari itu, apabila kita mau berfikir positif, kita sebaiknya melihat kinerja timur ini selama 100 hari kedepan.Kita perlu mengetahui banyak sekali yang harus dibenahi, mulai dari diskriminasi. Termasuk dalam hal ini diskriminasi tentang jabatan yang bersal dari background akpol dan non-akpol (semacam caba). Kemudian tentang kesetaraan jender yang digembar-gemborkan oleh Jaringan Islam Liberal, seprtinya patut menjadi inspirasi bagi Kapolri baru untuk mereformasi tubuh polisi, mnejadikan staff polwan bukan hanya sebagai sebatas "pelayan" saja.Kemudian, kapolri harus perlu juga melakukan lebih banyak sidak kepada para anggotanya. Ini antara laib sebagai bentuk perwujudan sikap proaktif polisi untuk memerangi maraknya kasus "di balik layar" / back-scene yang seringkali tidak terungkap hingga menjadi gunung es. Seperti kasus ditemukannya narkoba di saku polisi dan sebagainya. Kapolri juga perlu menginvestigasi tentang adanya jaringan narkoba dan penyelundupannya yang sudah merantai di dalam penjara, maupun adanya pungli (pungutan liar) di dalam penjara. Diharapkan dengan dibantu oleh menteri pertahanan diharapkan sidak ini dilaksanakan secara menyeluruh, termasuk sweeping tentang persamaan fasilitas di penjara. Masih terngiang di benak kita adanya penjara Artalyta Suryani yang serasa bintang 3 di dalam penjara. Ini merupakan cermin diri seorang kapolri untuk segera membenahi di tubuh polisi. Kemudian kita juga perlu membuat rutan ini di daerah-daerah tertentu, di-set agar layak untuk didiami. Kemudian polisi mulai perlu merazia korupsi di tubuh polisi sendiri, seperti tentang jabatan atau yang berhubungan. Di jalan-jalan saat ada razia diharapkan peran serta polisi tidak hanya menarik pungutan kepada pengguna jalan, namun polisi juga apabila menarik pungutan sebaiknya dengan mempertimbangkan kesalahan-kesalahan yang ada. Caranya adalah dengan melakukan sidak atau inspeksi mendadak secara berkala dan acak. Dengan memperhatikan habit seperti ini, diharapkan juga peran Litbang polri sendiri untuk melakukan survey dari hasil Litbang dalam rangka sidak tadi sehingga apabila datanya sudah available maka akan memudahkan polisi mengurut benang kusut yang terjadi pada setiap kasus sampai ke akar-akarnya
Kita agaknya harus memebrikan semacam ucapan congrats kepada timur, yang mana sudah terpilih menjadi Kapolri baru. NAmun,timur, kapolri yang baru adalah merupakan kandidat yang controversial. Baru dating, tiba-tiba langsung menohok dan langsung menang. Disini agaknya perlu dicurigai namun terlepas dari itu, nyata-nyatanya tidak ada pertengkaran sendiri di tubuh kapolri. Lebih dari itu, apabila kita mau berfikir positif, kita sebaiknya melihat kinerja timur ini selama 100 hari kedepan.
Kita perlu mengetahui banyak sekali yang harus dibenahi, mulai dari diskriminasi. Termasuk dalam hal ini diskriminasi tentang jabatan yang bersal dari background akpol dan non-akpol (semacam caba). Kemudian tentang kesetaraan jender yang digembar-gemborkan oleh Jaringan Islam Liberal, seprtinya patut menjadi inspirasi bagi Kapolri baru untuk mereformasi tubuh polisi, mnejadikan staff polwan bukan hanya sebagai sebatas "pelayan" saja.
Kemudian, kapolri harus perlu juga melakukan lebih banyak sidak kepada para anggotanya. Ini antara laib sebagai bentuk perwujudan sikap proaktif polisi untuk memerangi maraknya kasus "di balik layar" / back-scene yang seringkali tidak terungkap hingga menjadi gunung es. Seperti kasus ditemukannya narkoba di saku polisi dan sebagainya.
Kapolri juga perlu menginvestigasi tentang adanya jaringan narkoba dan penyelundupannya yang sudah merantai di dalam penjara, maupun adanya pungli (pungutan liar) di dalam penjara. Diharapkan dengan dibantu oleh menteri pertahanan diharapkan sidak ini dilaksanakan secara menyeluruh, termasuk sweeping tentang persamaan fasilitas di penjara. Masih terngiang di benak kita adanya penjara Artalyta Suryani yang serasa bintang 3 di dalam penjara. Ini merupakan cermin diri seorang kapolri untuk segera membenahi di tubuh polisi. Kemudian kita juga perlu membuat rutan ini di daerah-daerah tertentu, di-set agar layak untuk didiami.
Kemudian polisi mulai perlu merazia korupsi di tubuh polisi sendiri, seperti tentang jabatan atau yang berhubungan. Di jalan-jalan saat ada razia diharapkan peran serta polisi tidak hanya menarik pungutan kepada pengguna jalan, namun polisi juga apabila menarik pungutan sebaiknya dengan mempertimbangkan kesalahan-kesalahan yang ada. Caranya adalah dengan melakukan sidak atau inspeksi mendadak secara berkala dan acak. Dengan memperhatikan habit seperti ini, diharapkan juga peran Litbang polri sendiri untuk melakukan survey dari hasil Litbang dalam rangka sidak tadi sehingga apabila datanya sudah available maka akan memudahkan polisi mengurut benang kusut yang terjadi pada setiap kasus sampai ke akar-akarnya
LPI vs ISLKita patut mengacungi jempol ketika kita mengetahui bahwa ada liga sekunder yang nantinya akan disahkan 11 januari ini di Semarang. Yakni system Liga Premier Indonesia, yang secara konseptual sudah berbeda dengan ISL yakni Indonesian Super League.Dari LPI sendiri sebenarnya lebih ke pada system bagi hasil antara sponsor, klub, dan manajemen LPI sendiri. Dari sini, LPI yang di gawangi oleh pengusaha-pengusaha sekelas Arifin Panigoro, dkk. Memberikan semacam terobosan bagi para pemilik-pemilik klub yang tidak puas akan ISL, sehingga mereka akan mengubah haluan atau lebih bisa bermain secara lebih bebas maupun ingin menggunakan atmosfir baru.Seperti yang kita ketahui sebelumnya apabila kita memperbandingkan LPI dengan ISL, setidak-tidaknya kita bisa mengerti bahwasanya pada ISL, ISL memberi kebijakan hanya meletakkan semacam sponsor yang hanya dilobi oleh ISL saja, berbeda dengan ISL, LPI disini lebih mengutamakan kelihaian para anggota maupun pemilik elit klub menggayung sebanyak mungkin sponsor untuk tim mereka, karena kita melihat sendiri bahwasanya LPI itu lebih berfokus pada independansi klub dari APBD.Sikap seperti ini timbul dikala ketua PSSI Nurdin Halid dan para staff-staffnya seperti Nugraha Basoes kurang puas akan kebijakan dan ingin membuat semacam terobosan yang mungkin bisa saja dapat membuat Negara Indonesia (dalam hal ini rakyat Indonesia per daerahnya) bisa terbantu dengan adanya independansi ini sehingga nantinya kas APBD daerah yang apabila derah yang bersangkutan menerapkan semacam kebijakan otonomi daerah, namun disisi lain juga memberikan paruh uang kas APBDnya kepada klub.Kita perlu menelusuri mengapa adanya sikap pembaharuan ini terjadi, yang pertama memang para klub ini dulunya memiliki semacam program-program tertentu yang bisa merogoh kocek atau bisa menjadi magnet untuk pendapatan kas klubnya sendiri, seperti mengadakan liga internal seperti persebaya, maupun dengan sistem-sistem semacam pembuatan U17 ataupun umur berapa yang merupakan pijakan bagi para junior pesepakbola suatu klub di Indonesia untuk menuju ke lapis utama timnas klub yang bersangkutan. Tetapi sikap dari para petinggi PSSI menyatakan bahwa ada sebagian ulah kreatif para klub ini di batasi atau bahkan dihilangkan sehingga bisa menyebabkan kebuntuan kreatifitas para pemilik klub dalam meraup untung, okelah mungkin ada yang menggunakan semacam supporter untuk menggalang dana, mungkin bisa saja dari tiket, ataupun kelihaian mencari sponsor, namun apabila kreatifitas itu tetap dihambat oleh petinggi PSSI, tetap saja membuat klub membangkang dari ISL.Yang kedua bisa saja ini terjadi ketika ada aktor dibalik layar penghenti atau pengatur jalannya pertandingan. Dalam artian selama aktor atau oknum dibalik layar semacam pengatur jalannya pertandingan masih berkeliaran, selama nepotisme dan korupsi oleh para aktor semacam meminta bayaran yang bukan semestinya (diluar statute PSSI) kepada klub, membayar untuk membeli permainan, maka yang terjadi akan timbul ketidak singkronisasi antara klub supporter, dan jajaran PSSI. Yang bisa menimbulkan pembelotan.Yang ketiga yakni ke absolutan suatu pemimpin. Banyak yang mengira suatu pemimpin itu di rotasi, supaya bisa berganti regulasi maupun berganti kebijakan, namun nyatanya ? tidak. Bahkan FIFA dan AFC tidak bisa menjatuhkan ke absolutan suatu pemimpin. Bagaimana ini bisa terjadi? Perlu di tera ulang para sifat atasan PSSI mengenai adanya keadaan seperti ini. Para rakyat berharap dengan bergantinya pemimpin, maka diharapkan achievement yang bisa diraih bisa meningkat kembali.Berlindung di balik Payung StatutaAgaknya PSSI perlu berfikir ulang mengenai pemberlakuan statuta untuk mengkover payung hukum ISL. Kita perlu tahu bahwa apabila berfikir tentang masalah hukum okelah antara pihak PSSI sebagai penyelanggara ISL dengan pihak pengusaha yang mengusahakan LPI, diakui semuanya mempunyai alas an tersendiri atas peristiwa yang terjadi, namun seperti yang kita ketahui apabila klub-klub ISL tidak ingin banyak yang membelot ke LPI diharapkan PSSI bukanlah merubah regulasi, tatapi lebih dari itu, mengubah puncak kepemimpinan. Layaknya sebuah papan catur yang terhampar ratu, benteng, kuda troya dan lain sebagainya, apabila kita menskak-mate Raja, maka sekuat atau sepelik apapun pikiran pemain, apabila raja sudah di skak-mate, seberapapun sisa dari benteng atau prajuritnya, tetap tidak berpengaruh terhadap permainan tadi. Ya, pemain yang rajanya di skak mate tetap kalah. Bagaimana penerapannya di dalam tubuh PSSI? Dengan menganalogikan bilah catur dengan perombakan tubuh PSSI, diharapkan 'raja' dari PSSI harus di skak-mate terlebih dahulu atau setidak-tidaknya dengan jumawa menyerahkan jabatannya kepada pihak lain yang lebih mumpuni, tanpa campur tangan kolusi dan nepotisme.Selama PSSI tidak melakukan perombakan di tubuh PSSI itu sendiri, yang terjadi hanyalah kemelut yang belum terkuak layaknya gunung es, diantara hingar binger pertandingan, ramai tidaknya supporter, yang ternyata di balik selimut itu banyak masalah yang mengakar. Jangan sampai terlambat, karena penonton pada akhirnya bisa men-judge, suatu pertandingan, apakah nantinya kalah-tidaknya merupakan suatu 'siklus' klub normal atau hanyalah sebuah konspirasi yang diatur sebelumnya
LPI vs ISL
Kita patut mengacungi jempol ketika kita mengetahui bahwa ada liga sekunder yang nantinya akan disahkan 11 januari ini di Semarang. Yakni system Liga Premier Indonesia, yang secara konseptual sudah berbeda dengan ISL yakni Indonesian Super League.
Dari LPI sendiri sebenarnya lebih ke pada system bagi hasil antara sponsor, klub, dan manajemen LPI sendiri. Dari sini, LPI yang di gawangi oleh pengusaha-pengusaha sekelas Arifin Panigoro, dkk. Memberikan semacam terobosan bagi para pemilik-pemilik klub yang tidak puas akan ISL, sehingga mereka akan mengubah haluan atau lebih bisa bermain secara lebih bebas maupun ingin menggunakan atmosfir baru.
Seperti yang kita ketahui sebelumnya apabila kita memperbandingkan LPI dengan ISL, setidak-tidaknya kita bisa mengerti bahwasanya pada ISL, ISL memberi kebijakan hanya meletakkan semacam sponsor yang hanya dilobi oleh ISL saja, berbeda dengan ISL, LPI disini lebih mengutamakan kelihaian para anggota maupun pemilik elit klub menggayung sebanyak mungkin sponsor untuk tim mereka, karena kita melihat sendiri bahwasanya LPI itu lebih berfokus pada independansi klub dari APBD.
Sikap seperti ini timbul dikala ketua PSSI Nurdin Halid dan para staff-staffnya seperti Nugraha Basoes kurang puas akan kebijakan dan ingin membuat semacam terobosan yang mungkin bisa saja dapat membuat Negara Indonesia (dalam hal ini rakyat Indonesia per daerahnya) bisa terbantu dengan adanya independansi ini sehingga nantinya kas APBD daerah yang apabila derah yang bersangkutan menerapkan semacam kebijakan otonomi daerah, namun disisi lain juga memberikan paruh uang kas APBDnya kepada klub.
Kita perlu menelusuri mengapa adanya sikap pembaharuan ini terjadi, yang pertama memang para klub ini dulunya memiliki semacam program-program tertentu yang bisa merogoh kocek atau bisa menjadi magnet untuk pendapatan kas klubnya sendiri, seperti mengadakan liga internal seperti persebaya, maupun dengan sistem-sistem semacam pembuatan U17 ataupun umur berapa yang merupakan pijakan bagi para junior pesepakbola suatu klub di Indonesia untuk menuju ke lapis utama timnas klub yang bersangkutan. Tetapi sikap dari para petinggi PSSI menyatakan bahwa ada sebagian ulah kreatif para klub ini di batasi atau bahkan dihilangkan sehingga bisa menyebabkan kebuntuan kreatifitas para pemilik klub dalam meraup untung, okelah mungkin ada yang menggunakan semacam supporter untuk menggalang dana, mungkin bisa saja dari tiket, ataupun kelihaian mencari sponsor, namun apabila kreatifitas itu tetap dihambat oleh petinggi PSSI, tetap saja membuat klub membangkang dari ISL.
Yang kedua bisa saja ini terjadi ketika ada aktor dibalik layar penghenti atau pengatur jalannya pertandingan. Dalam artian selama aktor atau oknum dibalik layar semacam pengatur jalannya pertandingan masih berkeliaran, selama nepotisme dan korupsi oleh para aktor semacam meminta bayaran yang bukan semestinya (diluar statute PSSI) kepada klub, membayar untuk membeli permainan, maka yang terjadi akan timbul ketidak singkronisasi antara klub supporter, dan jajaran PSSI. Yang bisa menimbulkan pembelotan.
Yang ketiga yakni ke absolutan suatu pemimpin. Banyak yang mengira suatu pemimpin itu di rotasi, supaya bisa berganti regulasi maupun berganti kebijakan, namun nyatanya ? tidak. Bahkan FIFA dan AFC tidak bisa menjatuhkan ke absolutan suatu pemimpin. Bagaimana ini bisa terjadi? Perlu di tera ulang para sifat atasan PSSI mengenai adanya keadaan seperti ini. Para rakyat berharap dengan bergantinya pemimpin, maka diharapkan achievement yang bisa diraih bisa meningkat kembali.
Berlindung di balik Payung Statuta
Agaknya PSSI perlu berfikir ulang mengenai pemberlakuan statuta untuk mengkover payung hukum ISL. Kita perlu tahu bahwa apabila berfikir tentang masalah hukum okelah antara pihak PSSI sebagai penyelanggara ISL dengan pihak pengusaha yang mengusahakan LPI, diakui semuanya mempunyai alas an tersendiri atas peristiwa yang terjadi, namun seperti yang kita ketahui apabila klub-klub ISL tidak ingin banyak yang membelot ke LPI diharapkan PSSI bukanlah merubah regulasi, tatapi lebih dari itu, mengubah puncak kepemimpinan. Layaknya sebuah papan catur yang terhampar ratu, benteng, kuda troya dan lain sebagainya, apabila kita menskak-mate Raja, maka sekuat atau sepelik apapun pikiran pemain, apabila raja sudah di skak-mate, seberapapun sisa dari benteng atau prajuritnya, tetap tidak berpengaruh terhadap permainan tadi. Ya, pemain yang rajanya di skak mate tetap kalah. Bagaimana penerapannya di dalam tubuh PSSI? Dengan menganalogikan bilah catur dengan perombakan tubuh PSSI, diharapkan 'raja' dari PSSI harus di skak-mate terlebih dahulu atau setidak-tidaknya dengan jumawa menyerahkan jabatannya kepada pihak lain yang lebih mumpuni, tanpa campur tangan kolusi dan nepotisme.
Selama PSSI tidak melakukan perombakan di tubuh PSSI itu sendiri, yang terjadi hanyalah kemelut yang belum terkuak layaknya gunung es, diantara hingar binger pertandingan, ramai tidaknya supporter, yang ternyata di balik selimut itu banyak masalah yang mengakar. Jangan sampai terlambat, karena penonton pada akhirnya bisa men-judge, suatu pertandingan, apakah nantinya kalah-tidaknya merupakan suatu 'siklus' klub normal atau hanyalah sebuah konspirasi yang diatur sebelumnya
Moga moga saat di penghujung akhiur tahun, saya bisa bikin komit yang kuat sehingga tahun 2009 saya bisa menjadi diri sendiri yang baru dan lebih bisa berprestasi di sekolah..
Ada beberapa hal ayng mau saya soroti dalam diri saya..
1. Saya masih bingung menggunakan Speed Reading atau depth reading.
Dari sini saja gw masih aja bningung enaknya pake tips yang mana yach..?? kalo tips Speed reading berguna kalau ingin mencari informasi ajah, cuman kaalau belajar sain aku prefer choose to sdepth reading, yang mana lebih menonjolkan kemngertian informasi daripada seberapa banyak absorbing information.
Dalam hal ini, kalau saya menggunakan dua jurus diatas kalau
a. Saya belajar IPS >> maka saya meanggunakan jurus SPEED READING
b. Membaca keperluan informasi >> ini berguna untuk lebih mengkerucutkan tujuan hidup saya yakni menjadi HI-ers, yang mana aku sebenarnya sangat ingin menjadi dubes, walaupun habit saya sana-sini masih be;lepotan, gak tau kalo ntar dipangdang orang indonesia itu seperti ini kalau dilihat oleh bangsa lain.. He he he...
c. Kalau ulangan, namun materi saya banyak, sehingga saya terkesan ndadak, maka saya prefer to using Speed reading.. Oh iyak biasanya saya gabungin dengan Repeating reading agar infgormasi ayng masuk bisa saya gunakan dalam otak saya ~maksudnya mengendap~.
d. Kalau pelajarannya membutuhkan pengertian yang mendalam, saya gunakan Depth reading.
Cara penggunaan nya gimana..??
SPEED READING :
Rules :
Caranaya yaitu dengan membaca barisan awal yang biasanya terdiri dari pokok pikiran (deductive paragraph) dan melihat kalimat-kalimat berikutnya sehingga dapat terlihat ada informasi-informasi penting. Infoprmasi penting ini mencakup angka, tokohj-tokoh penting kata asing, dan pemeran utama yang dibicarakan dalam pokok bahasan yang bersangkutan. Setelah melihat, kemudia sampai pada paragraph terakhir, baca bagian terakhir dari paragraph terakhir, ini sama saja dewngan mengambil paragraph inti yang bagian akjhir (inductive paragraph)
Kemudian lihat lagi , dari paragraph awal mpe akhir, dari pen-scanningan tersebeut, baca pokok-pokok penting yang mencakup informasi penting dan bolo-bolonya. Jadi kalau misalanya ada tulisan :
"Jane Freedman ternyata berhasil mengangkap 30.000 pengekor bla bla bla bla bla"
bacalah yang saya kasih bold (cetak tebal diatas)
DEPTH READING
Da' Rulez
Baca paragraph awal mpe' paragraph akhir dengan sambil merasakan lewat otak, hati dan pikiran. Sehingga analaoginya membaca memfikirkan dan membayangkan apa yang terjadi atau apa sich yang dilukiskan pada kalimat atau pokook bahasan itu atau intinya "dimengerti" gitchu lah... Usahakan dengan gumaman lidah dengan lidah menggumam perkataan atau bacaan perkalimat yang dibaca supaya menambah dramatisasi. Semakin mendramatisasi, semakin bagus hasilnya, semakin otak bisa menangkap. Semakin lama memory tentang pokok bahasan ini hilang.
REPEATING READING
Rulez nya :
Baca dengan cara SPEED READING namun ulang-ulang info pentingnya, minimal tujuh kali dalam 1 bacaan, atau 7 kali SPEED READING dalam satu bacaan.
READING ini cocok untuk :
1. Orang yang suka ndadak..
2. Penghapal sejati
3. Orang yang ingin lebih mengelentekkan atau menancapkan memory nya yang terdalam. Biasanya seorang olimpiaders atau thinkers...
2.Masalah waktu
Moga-moga saja saya nggak akan dolan, paling cuman ke warnet doank... hi hi hi.. soalnay saya hanya ingin mencurahkan waktu saya untuk pelajaran pelajaran dan pelajaran.
3. Masalah Ngibadah
Saya ingin shalat saya tuw bisa sampek tahajud dan dhuha secara teratur..
Yah cuman itu doank.. bantu yach para blogger supaay habit saya tercapai...
Selamat hari raya Muharram semoga menjadi orang-orang yang beriman
dan juga selamat tahun baru 2009
Berjalan di dunia nyata, dengan tenaga 30.000% akan membuat prestasi anda menjadi 30.000%. Caranya gimana..?? ya, berfikirlah kalau kamu bisa 30.000% tentunya dengan cara halal. Mudahkan..!!
Berfikirlah dengan incantation sebelum tidur, "saya bisa menyentuh tai, kondom, kondol, trondol, menjadi kondominium atau berlian hutagalung eeh berliana rahmawati eeh, berlian 24 karat"
Ringkasnya, " segala apapun yang saya pegang, jadilah 30.000% " Ingat prinsipnya allah. Segala sesuatu kalo kun fayakun akan terjadi. Kalo terjadi maka terjadilah...!! Ingat, menusia sebenarnya adalah fitrah allah.
Masih penasaran dengan situs MasCemol.com..?? Oke, gini wa kasih hint nya. MasCemol.com merupakan salah satu situs ~atau bahkan yang pertama di dunia..!! ~ Yang menyuruh kamu untuk mengeksplor segala imajinasi kamu dimasa depan.. Gila nggak..!! Percaya gak percaya disini kamu harus mencurahkan apa yang ada di isi hatimu dengan syarat :
So jangan lewatin Pre-Launching MasCemol.com. Stay tuned in cemol.tk
Pembuatan situs impian gilanya mas cemol di MasCemol.com mau rampung. Terus, dibalik layar pembuatannya. Apa yach yang diperlukan..? Hosting. Hosting di hostpojok.com. Dari cara bicaranya, admin hostpojok memperlihatkan kredibilitasnya. Dan saya yakin sekali dengan hostpojok 30.000%..!! Memang saya akui saya memang punya pikiran ngawur. Orang bilang kebanyakan 100 % tapi say malah bilang 30.000% sukses lagi emang bisa..? Ooow, jelas bisa..!! Kita nentuin masa depan, tujuan itu harus tinggi ngawur, tetapi bukan ngawur beneran. Harus ada aturan mainnya untuk membuat impian "ngawur"
Memang pembicaraan saya sekarang cenderung ngelantur. Justru kengelanturan sayalah membawa mujur..? kenapa..? hati saya menjadi enak karena mencurahkan perasaan sukses 30.000% sayah..!! Gila enggak..? Orang bilang saya aneh. Orang bilang saya lucu. Banyak orang menterawai saya... Tetapi..??
Kita harus tahu bahwa ada pepatah, "3 % orang menguasai 90 % uang yang ada..". Yah itu memang betul. dan disini, dibalik kengelanturan saya, sebenarnya saya menyimpan ways (cara) untuk mencapai 3 %. Yah, you know lah mikirnya aneh-aneh dan saya berharap hostingan hostpojok.com merupakan 3 % nya..!! Kita tunggu saja hasilnya. Lancar tidak..!!
Aniwei, saat saya mau transfer uang ke hostpojok, eeh wa bisa buangeeetss.. sangking "bisanya" saya malah mendebet uang saya ndiri..!! hiikss...!! Tetapi tidak ada kata gagal yang ada belajar, belajar, belajar, dan belajar baru kita nikmatin sukses, sukses dan sukses.
Setiap hari adalah selalu senang..!! tekankanlah untuk selalu riang..!! Jadi, walau mood yang terjadi adalah not bad, iri dengki, apapun harus tekankan hepi, karena hepi dapat menyebabkan riang, suasana cerah dan dapat menikmati hidup. Loh kok bisa..?? Berikut pengalaman saya..!!
Sejak awal, saya jalani hidup dari bangun tidur, sampe mau tidur.. Kalo harus memikirkan namanya pekerjaan..?? Huh rasanya pening..! Tidur tidak enak, jalani hidup tidak nyaman.. So mulai dari sekarang terapkan hidup hepi dan positive thinking
Budaya korupsi seakan-akan sudah merajalela. Mula idari tubuh parlemen, pemerintahan, wakil rakyat, sampai pada KPK. Yakni terjadinya kasus penyuapan oleh Arlyta dengan jaksa Urip Tri Gunawan. Bagaimana hal ini bisa terjadi..? Ya mungkin kalau kita menyalahkan birokrasi, mereka juga punya alasan yang kuat mengapa mereka tidak korupsi. Kalau kita salahkan PNS a.k.a Guru..?? Hmm boro-boro korupsi, yang dikorupsi gak ada..??
Mau tanya kemana..?? Kalangan yang kelas ekaonominya menengah kebawah..? Pencuri ayam..? Wakakakak... mimpi..!! Mana tau istilah korupsi ~begitu pula saya yang ngakak, kagak tau apa arti sebenarnya yang dimaksud korupsi!~
KAlau kita menuduh, agaknya kurang pas.. Sekarang saya akan berbicara mengenai tikus yang dihubung-hubungkan dengan Koruptor
Koruptor, yang dilambangkan oleh tikus ini, sesuai sifatnya, yaitu menyelinap diam-diam... GAk tau, yang semula itu keju di taruh dimeja, beberapa menit kemudian lenyap entah kemana... Cemana pula ini..?? Begitulah watak koruptor dengan tikus..Perbedaannya..
Kalau kita mau memberantas tikus yang suka mencuri, kita harus memperbaiki mengusahakan, agar tikus tidak suka mencuri..? Dengan racun-tikus..?? hmm tidak kalau dalam konteks ini, dengan fogging..?? hmm memang logis, tetapi dalam permasalahan ini tentu bukanlah hal yang baik. Lalu apa..??
Ya dengan mebentuk gen baru dan mengubah sifat gen tikus itu sendiri. Membentuk gen baru..?? Cukup efektif. Tetapi itu butuh waktu yang terlalu lama ~sampek wujud evolusi~. Laa kalau mengubah sifat gen tikus..?? Hmm, masih bisa di tolerir ituh..!! YAkni dengan membiasakan tikus itu tidak mencuri... Dimulai dari niat pengubah gen... Bukan perubah gen... Anda sanggup..?
Saat kita melangkah, mungkin kalau kita negative thinking terhadap sekitar, bisa jadi apa yang kita pandang menjadi sesuatu hal yang mesti membikin momok kita jadi menjadi-jadi, atau istilahnya yang ekstrem paranoia. Terus, kalau kita usahain untuk mencari pelampiasan di tempat lain.. Ya mungkin gak bisa. Soalnya mood bilang maunya kita harus ke sana terus.. Jalan satu2-nya kemana..??
Kalau kita melampiaskannya ke "daerah lain" misalnya ke jelakan orang lain, atau ke tempat yang bikin fresh, tentunya bisa saja kalau kita bosen kita akhirnya beralih ke hal-hal lain. Tetapi kalau saya tidak. Saya fokuskan ke senyuman saya
Dengan saya senyum, berarti saya telah mengaktifkan 16 otot saya untuk rilex, selain itu, kalau kita menikmati itu senyuman, bisa mengubah mood kita.. So, jangan biarkan diri kita tegang. Buat efek lain, lakukanlah senyum, senyum dan senyum...!!
Inilah yang terjadi pada saya, kadang saya berfikir, apa yang saya lakukan ini berguna atau tidak..?? Hari-hari ini wa kerjaannya tidur mulu ajah. Tatkala melihat salah satu senior saya bejualan koran, motivasi saya bangkit. Apa-apaan nich..? beginikah pelajar yang katanya penerus bangsa..??Saya tak henti-hentinya menyentil diri sendiri yang kolot, pemalas, n maunya cuman yang instan-instan. Mulai dari Friensteran lah, Kaskus-an lah dan sebagainya. Sampai-sampai saya tida menghiraukan dunia saya yang sebenarnya. Seberapapun gw ke rumah, namun pada akhirnya saya bagaikan di hipnotis oleh komputer saya sendiri, hati ini, behaviour ini sebenarnya berkata, kalau aku harusnya tidak begini. Harus belajar... MEnuntut cita-cita.Di kala teman-teman lain susah, rasa-rasanya saya merasa tidak enak, memakan "ayam panggang" sendiri atau minum cocktail atau sejenis punch yang harganya selangit. BBM naik, wargapun yang sekolah menjadi kurang, soalnya harga barang sendiri itu naik. Kadang saya berfikir, pantaskah sikap saya seperti ini..??Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, kalau saya di rumah, saya sudah terhipnotis untuk bermain internet.. Istilahnya Kaskus addict atau Surfing Addict. Saya harus membangun dunia lebih banyak daripada dunia maya, lebih banyak mencurahkan hidup saya kepada sosialis daripada hal-hal maya...Memang itu susah, tetapi ya memang begitulah hidup. Bahkan Rosullulah juga pernah melakukan zuhud dikala umat-umatnya sudah error.Zuhud... Hmm, itulah yang harus saya pertimbangkan, dan mau tak mau, harus saya jalani tiap hari...!!
Berikut ini adalah perbandingan tentang Kebangkitan yang dulu dengan sekarang.
Kebangkitan yang dulu :
Sebuah organisasi, yang kemudian telah menjadi pelopor sebuah kebangkitan organisasi tentang arti "nasionalisme" sebenarnya terbentuk dari sebuah diskusi mahasiswa STOVIA, sebut saja Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Waktu itu pula juga terdapat banyak organisasi. Tetapi organisasai tersebut tidak menerima orang jawa sebagai anggotanya. sebut saja Indische Bond untuk orang indo-belanda dan Tiong Hoa Hwee Kwoan yang diperuntukkan untuk masyarakat Tionghoa.
Diadakanlah pertemuan, dengan bermodalkan gagasan dari mahasiswa belanda, lahirlah organisasi Budi Oetomo. KArena keaktifannya dalam membahas pengertian tentang Nasionalisme, mulailah tumbuh organisasi-organisasi lain yang mengekor ideologi partai ini.
Kebangkitan yang sekarang :
Waktu saya liat di televisi, saat 100 tahun kebangkitan, perayaannya sangatlah menarik... Dari angkatan bersenjata, sampai angkatan laut, dari budaya reog sampai yang ondhel-ondhel... Bussheet pokoknya menarik dech..!! Benar-benar testruktur... Hingga gue berfikir dalam hati.. Inilah sebenarnya budaya indonesia, tetapi dalam kehidupan sehari-hari gaungnya kok nggak ada ya..?? Dimanakah gerangan..??
Saya juga sempat berfikir, habis berapa milyar yach upacara yang kayak begini... Emang sich menarik, tetapi bukankah ini sangat menghambur-hamburkan uang negara...?? Apa memang ini yach "POTRET" bangsa kita yang memang suka boros..?? Itulah hal-hal yang ada di benak saya...
Disisi lain, apakah saya ini adil memfikirkan bangsa dengan mengkritik habis apa yang dilakuin oleh bangsa saya sendiri....?? Kalau mau jujur, sebenarnya saya juga mengkritik diri saya sendiri.. Apa sich yang harus saya lakukan untuk kebangkitan saya sendiri..?? Rasa-rasanya saya kok merasa tidak enak yach.. Kalau tahun baru, saya ikut meniup terompet, kalau lagi isra' miraj, saya asyik menikmati empal goreng, sementara kalau hari kebangkitan bangsa..?? Nonton doank...!! Aah.. itu tidak enak brow..! TIdakkah kita berfikir dengan otak, bukan dengan dengkul tentang perjuangan saat itu..? Rasanya tidak enak bagi diri kita sendiri khan..? Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa saya sarankan untuk menikmati kebangkitan...
1. Lakukanlah apa yang mau ingin kau lakukan. Contohnya, kalau kamu jago main basket, ya jangan sungkan-sungkan berlatih di lapangan SMASA pagi hari... Terus keinginanmu untuk latihan itu jangan mau dibujuk oleh kemalasanmu serta penyangkalan-penyangkalan aneh.
2. Pakai motivasi dalam mendorong keinginanmu.. Balik lagi ke masalah basket. Tentunya kalau kita tidak punya motivasi yang cukup dalam menjalani keseharian bermain basket, lama-lama kita bosan. Sehingga kita tidak bisa sampai ke tujuan kita.
3. Motivasinya..?? Ya demi kejayaan Indonesia. Terdengar lucu yach..?? Jangan salah coy..! Justru para Angkatan bersenjata dan Polisi menggunakan motivasi seperti ini dalam menggenjot power mereka...! Niat mereka hanyalah satu, untuk mendedikasikan dan mengabdikan diri mereka kepada bangsa indonesia. Sehingga bisa kalian ketahui kalau para angkatan itu umumnya berani mengorbankan nyawa mereka sendiri, demi bangsa indonesia.. Bandingkan dengan mereka yang tidak mempunyai semangat seperti itu...!
Apabila tips-tips kecil diatas dapat kamu gunakan dalam menjalani hari-harimu, insya allah dapat berguna bagi masa depan... Memang, seperti yang kita ketahui. Langkah besar memang berawal dari satu langkah.
NGANJUK - Penemu BBM murah berbasis air, Djoko Suprapto (48) mendadak jatuh pingsan di rumahnya, Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Sabtu (24/5) siang. Penemu blue energy itu pingsan saat hendak menjelaskan penemuannya kepada wartawan.Saat duduk di sofa didampingi istrinya, Winda Mira, Djoko berusaha menjelaskan proses penemuan mutakhirnya. Belum tuntas penjelasannya, tiba-tiba tangan Djoko gemetar. Kepalanya merunduk pelan kemudian lemas hingga menyentuh lengan kiri.Wajahnya pucat. Dalam hitungan detik, kepala Djoko jatuh menimpa tangan kirinya yang disandarkan di pinggir sofa. Tidak hanya Winda Mira, lima orang dekat Djoko yang ada di ruang tamu utama itu kaget. Beberapa saat kemudian Djoko siuman. Winda Mira langsung membukakan segelas air mineral dan diminumkan ke suaminya."Maaf ya, bapak kondisinya sedang tidak fit. Tolong beri kesempatan suami saya istriahat dulu. Lain kali diwawancarai lagi," pinta Winda kepada wartawan. Kemudian, orang-orang kepercayaan Djoko meraih kedua tangannya untuk dipapah masuk ke ruang dalam.Apakah Djoko dipenuhi beban luar biasa, terutama setelah dua minggu menghilang? Baik Winda maupun orang-orang terdekat Djoko tak ada yang bisa menjelaskan. Istri yang sudah dikaruniai dua anak dari pernikahannya dengan Djoko ini hanya mengatakan sejak pulang Jumat (23/5) dini hari lalu, kondisi suaminya sering drop.Djoko pingsan setelah 15 menit diwawancarai wartawan. Sebagaimana janji Djoko, Sabtu siang kemarin, pria asal Gemolong, Sragen, Jateng, ini menyatakan bersedia menerima wartawan. Pukul 10.15 WIB Djoko duduk didampingi istrinya menerima wartawan.Pingsannya Djoko bermula ketika Surya mencoba mengorek tentang penemuannya. Saat diminta menjelaskan hingga unsur hydrogen bisa diubah menjadi BBM, tiba-tiba dari mulut Djoko tidak lagi terdengar suara hingga ambruk.Dalam wawancara awal, Djoko menjawab pertanyaan dengan lancar. Dia menjelaskan, air yang memiliki unsur hydrogen memiliki kandungan salah satu unsur bahan bakar. Ia cukup menambah rantai-rantai carbon. Selanjutnya prosesnya akan ditambah katalisator hingga menghasilkan minyak fosil.Terbelit DanaMeski secara teknis belum banyak yang bisa diketahui dari penemuannya, namun penjelasan di ruang utama Padepokan Jodhipati itu sudah bisa membuka misteri hilangnya Djoko selama dua minggu."Terus terang, selama dua minggu itu saya tidak bisa dihubungi. Itu bagian dari strategi untuk fokus menyelesaikan proyek kami. Selama itu pula, saya menggalang dana untuk mempercepat selesainya proyek agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat," kata Djoko.Bahkan, pria yang hobi nanggap wayang ini mengaku tak menghadiri undangan Presiden SBY pada acara Malam Kebangkitan di Senayan. "Undangan itu dalam rangka janji saya dan kerjasama juga dengan Bapak Presiden agar proyek kami segera terealisasi. Tapi kondisi kesehatan saya tidak memungkinkan, " tandas sarjana teknik lulusan perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta ini.Selama `menghilang` itu, Djoko mengaku harus bolak-balik ke tempat produksi dan laboratorium penelitian. Namun saat ditanya di mana tempat-tempat tersebut, Djoko hanya menjawab tidak jauh, tidak sampai di luar Pulau Jawa.Pemilik Radio Jodhipati FM ini menambahkan, sudah dua tahun dirinya mengembangkan BBM berbasis hydrogen. Sejauh ini kapasitas produksinya sudah mencapai 10 liter per detik. "Namun, jenis BBM-nya saat ini masih berupa bahan menuju solar atau agak tepanya masih minyak tanah," terang Djoko.Untuk produski 10 liter per detik itu, Djoko masih akan mengeksploitasi air tanah. Tapi untuk pengembangan lebih besar, konsentrasi akan dialihkan ke laut. Djoko bertekad menggarap sepanjang pantai. Info yang berkembang, selain saat ini memiliki pabrik di Cikeas, Djoko mulai menggarap di kawasan pantai Parangtritis Jogjakarta. "Doakan semua segera tuntas dan bisa dirasakan semua masyarakat," harap Djoko.
Proyek Blue energy yang dicanangkan oleh penemu dari Nganjuk, layak diacungi jempol.. Bagaimana tidak, proyek ini bisa meng-convert air menjadi bbm...!! Bahkan menyebabkan polusi..!!
Jangan sampai proyek ini batal... mari kita buat proyek ini berjalan lancar....
Saat ini, gue mau planning ke depan, untuk selalu ngeset proritas dalam ngerjain sesuatu, misalnya kita belajar.. Maklum dech, kalo misalnya dah kuliah, apalagi dah kuliah, kalau tidak kita awali dari sekarang, nanti takutnya akan berpengaruh pada habit hingga dewasa...
Oleh karena itu, mau ngga mau aku harus banyak ngorbaini apa yang harus saya sukai, walaupun otak ini serasa capek dan hati serasa nggak enak ninggalin barang seperti itu, baik itu KASKUS -yang tiap hari DOWN mulu, gak tu diserang hacking atau apa-, NONTON TV, atau apalah... Hikkss.. disisi lain kalo gue harus sukses, gue harus tirakat, tawakal..
Gue juga sempat mikir, kalo misalnya gue ntar gak bisa konsen ke keaktifak ke dalam sekolah gimana yach... Soalnya emang berat sich, dah gua ngrancang Planning Life for my future, kalau saya langgar sendidi, saya yang rugi.. Duh, sial... By the way, gue jadi ingat NO GAIN WITHOUT PAIN, kalau mau sukses ya harus gagal dulu, sebegitulah yang kau tanam, sebegitulah yang kau dapat...
Pembaca yang budiman, Selamat datang di Blog nya Cemol, Saya hanyalah seonggok daging yang diberi kekuatan untuk menulis bait-per-bait, kata-per-kata. Seorang Pembelajar sejati di bidang medis. Suka baca buku kedokteran, motivasi. Saya orang keturunan jawa merauke yang lahir besar di kabupaten Mappi, kota tercinta 1000 rawaBlog ini berisi motivasi dan opini. Dengan ada kritikan, maka diharap ada feedback sehingga suatu regulasi bisa tertata lebih apik. Semoga bermanfaat.