Motivasi Hari ini :

Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda. Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati. Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses. Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan. Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok. Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal. Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu. Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita. Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat. Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya. Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi? Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala gerak dan tindakan di masa datang. Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya. Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda. Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan. Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula. Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga. Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya. Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat. Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah. Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas. Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang. Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan. Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya. Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita. Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan. Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki. Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita. Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut. Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan. Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik? Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan. Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya. Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa. Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan. Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya. Rencana memberikan arah langkah Anda. Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu. Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak yang Anda inginkan. Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses. Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan. Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman. Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian Anda. Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri. Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat. Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah. Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda. Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu. Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya. Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah. Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal. Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya. Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah. Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju kesuksesan. Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil. Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut. Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses. Kegagalan: * dapat memberikan kekuatan * ladang mendapatkan pahala * dapat menggali potensi Anda * mengembangkan kreatifitas Anda. Apabila apa yang sudah Anda rencanakan dan Anda mimpikan tidak terwujud dengan sukses, maka langkah yang paling baik Anda ambil adalah bertawakal pada Allah SWT Jadi, berharaplah banyak, tetapi jangan kecewa jika gagal. Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda. Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak kegagalan. Namun cuma itulah yang kita diperlukan, karena kita sering tidak tahu mana yang akan berhasil. Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja. Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda! Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja. Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita. Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita. Jangan hiraukan opini negatif Anda, bentuklah kebiasaan beraksi agresif dan positif terhadap ancaman, masalah, dan kegagalan. Fokuskan diri Anda pada sasaran akhirnya, terlepas apapun yang terjadi saat ini. Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita bahagia. Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak. Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses. Keberhasilan Anda adalah ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain. Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman. Para pemenang mangambil tanggung jawab terhadap hidupnya. Mereka tidak pernah menyalahkan orang lain atau pun lingkungan. Mereka tidak suka mencari-cari alasan terhadap kegagalan mereka. Dengan hidup di atas garis, kita tidak akan mandeg dengan alasan kondisi atau apa pun yang terjadi pada diri kita. Hidup kita akan lebih hidup. Kita akan bergairah dan memiliki determinasi yang tinggi dalam mencapai cita-cita kita. Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi. Tidak akan ada keberhasilan tanpa tindakan. Tidak akan tindakan tanpa keberanian. Jadi tidak akan keberhasilan tanpa keberanian. Sukses sejalan dengan keberanian. Jika wawasan Anda akan semakin luas, Anda akan menemukan jalan-jalan baru untuk meraih sukses. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama ketakutan pada diri Anda akan hilang. Jangan takut menambah saingan dengan membina orang lain, rezeki Allah begitu melimpah di bumi ini. Dan Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya bahkan hewan melata sekalipun. Ketakutan-ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda. Mulailah sekarang juga untuk melangkah, menuju tujuan Anda meskipun selangkah demi selangkah tetapi akan membawa Anda ke tujuan, asal arah yang Anda tempuh benar. Mimpi memang sangat perlu untuk memelihara gairah hidup dan kemajuan, tetapi mimpi tanpa disertai tindakan hanyalah seperti pepesan kosong belaka. Aplikasi atau tindakanlah yang membuat orang sukses, tentu saja setelah mimpi yang tinggi dan ilmu yang mencukupi. Bagaimanapun mimpi yang bernilai tinggi otomatis memerlukan pengorbanan yang tinggi pula dan kerja yang terfokus. Diam tidak pasti, bertindak tidak pasti, kalau begitu mendingan kita bertindak. Semakin berkerja keras kita, semakin beruntung kita. Apalagi jika niat kita lurus, tidak ada kerja keras kita yang sia-sia. Allah Mahatahu, sehingga pasti akan tahu apa yang terbaik bagi kita, termasuk mungkin kita harus lebih banyak berusaha. Sedetik waktu terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Maka jangan sia-siakan waktu yang kita miliki. Sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu. Sejauh mana Anda menghargai waktu, berarti sejauh itulah Anda menghargai hidup Anda. Bekerjalah sebaik mungkin, pikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi, sehingga jika kemungkinan tersebut datang kita sudah siap. Bisa saja esok akan lebih sulit. Ketidakpastian selalu menyertai kita, jangan lari, percuma. Yang perlu dilakukan ialah gunakanlah kreatifitas Anda untuk mencari solusi-solusi baru dan tetaplah semangat untuk mengaplikasikan solusi-solusi tersebut. Mungkin saja setiap masalah dan tantangan yang kita anggap sulit itu masih ada solusinya, namun belum terpikirkan oleh kita. Hindarilah membatasi diri Anda, pikiran-pikiran Anda, atau mimpi-mimpi Anda, sebab, apa yang kita lakukan atau apa yang kita buat esok hari tidak pernah terpikirkan hari ini. Manusia sudah diberi kemampuan untuk berkreasi. Tidak ada waktu yang lebih baik selain sekarang untuk memulai hidup yang baik. Anda tidak perlu untuk menciptakan ulang kehidupan anda di waktu yang sudah lewat. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting anda memulai, jangan ditunda untuk besok. Jika Anda ingin beruntung, persiapkan diri Anda dengan membina sikap Anda dan membekali diri dengan berbagai keterampilan yang memadai. Anak bebek akan bertingkah seperti ayam saat menganggap dirinya ayam. Sebaliknya anak bebek bertingkah laku sebagai mana bebek lainnya saat dia sadar kalau dia itu bebek. Fenomena ini juga berlaku pada manusia, dia akan bertingkah sesuai dengan anggapan pada dirinya sendiri. Sekali kita underestimate terhadap diri sendiri, kita akan rugi, karena potensi kita akan terkungkung oleh batas yang terlalu sempit dibandingkan dengan batas yang sebenarnya. Cacat atau kekurangan lainnya mem ang akan membatasi kebebasan kita di suatu sisi. Namun kebebasan itu banyak dan bermacam-macam, jika salah satu kebebasan kita terpenjara, kita masih bisa mencari kebebasan yang lainnya. Jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih. Kita memiliki keunikan masing-masing yang dapat menjadi keunggulan kita masing-masing. Jika Anda belum merasa memiliki keunggulan saat ini, mungkin Anda belum memiliki semangat yang tinggi dan motivasi yang kuat dalam rangka menggali potensi Anda. Untuk meraih keunggulan lebih tinggi kita memerlukan bantuan orang lain. Dalam mengahadapi perubahan dan untuk menjadi manusia unggul ada satu jalan yang tidak boleh tidak harus kita lakukan, yaitu selalu memperbaiki diri terus-menerus. Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi. Mengevaluasi apa yang kita lakukan dan semua pencapaian kita. Apapun hasilnya akan menjadi fondasi kuat untuk kehidupan kita dimasa mendatang yang lebih baik. Lalui kesulitan dan betakwalah, maka kemudahan pun akan datang. sumber: motivasi-islami.com Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita. Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerna kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis. Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cubaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan. Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya. Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi. Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus. Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Kalau tidak bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat. Orang yang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. -Pepatah Arab Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya. Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kita tidak dapat meneruskan hidup dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu. Tentang Waktu Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti. Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan. Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga. Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Bahasa yang paling manis SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. Wanita yang cantik tanpa peribadi yang mulia ,umpama kaca mata yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekadar senyuman. Anda bukan apa yang anda fikirkan tentang anda, tetapi apa yang anda fikirkan itulah anda Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan. Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukanlah satu kesalahan. Oleh itu jika anda memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa. Sampan tidak akan dapat belayar di padang pasir betapa pun jua empuknya pasir itu -Pepatah Arab Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah. - Lao Tze Kalaulah anda tidak mampu untuk menggembirakan orang lain, janganlah pula anda menambah dukanya. Gantungkan azam dan semangatmu setinggi bintang di langit dan rendahkan hatimu serendah mutiara di lautan Saya percaya, esok sudah tidak boleh mengubah apa yang berlaku hari ini, tetapi hari ini masih boleh mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok.
Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Saturday, November 20, 2010

SEA GAMES, menanti keajaiban atau tetap stabil?

Kita melihat bahwasanya akhir-akhir ini perolehan medali Negara Indonesia untuk emas sangat rawan, antara angka 1 dan 2 atau bahkan mungkin sekitaran harga seperti itu. Ini terulang kembali seperti kejadian SEA GAMES events kemarin. Seperti biasa, tetap Negara semacam china, korea selatan dan jepang mendominasi medali emas dengan skor puluhan, bahkan hingga saat ini Negara china tercatat dengan skor medali bernilai hingga menyentuh angka ratusan.
Kita patut tercengang dengan Negara seabrek penduduk, tetapi minim prestasi. Ada apa dengan dunia perolahragawan di Indonesia? Apakah terjadi krisis internal hingga berpengaruh pada mental pemain atau atlit atlit di Indonesia yang berujung pada tetap stabilnya prestasi Indonesia? Pertanyaan yang bagus untuk ditelaah, mengingat negeri yang kaya akan sumber daya alam ini seharusnya bisa memberikan biaya untuk membuat semacam fasilitas yang wah bagi para atlit sehingga memungkinkan para atlit dapat berlatih secara maksimal dengan perolehan medali yang klimaks yang pada akhirnya dapat membanggakan Negara Indonesia pada umumnya dan masyarakat regional daerah masing-masing sesuai asal atlit pada khususnya. Namun mengapa yang terjadi justru sebaliknya? Marilah kita mengurai benang kusut ini.
Perseteruan antara pelatih, organiasi dan pengurus? Mungkin saja itu terjadi. Seperti angkat besi di jawa timur. Lihat saja pernah disinggung dalam Kompas regional Surabaya bahwasanya terjadi perbedaan antara pengurus pusat dati Surabaya dengan pengurus organisasi setempat. Perbedaan ini seringkali terus bermunculan di kalangan-kalangan intern, hingga selidik punya selidik berpengaruh terhadap para atlit-atlit yang bermain di organisasi setempat dikarenakan hembusan berita yang datang silih berganti selama para atlit itu menemuh latihan di sasana latihan yang bersangkutan, atau bahkan malah mencuat hingga terdengar semacam media, sehingga media mem blow-up dan terbentuklah semacam “skandal terselubung” dalam tubuh organisasi.
Bagaimanapun juga ini dapat berpengaruh bagi mental,dan psikologis yang utama. Sedangkan efek fisik berpengaruh pada efek sekunder, berupa ketidak fokusan para atlit yang dilatih maupun mulai berhembusnya ajaran-ajaran negatef tertentu dari pihak oposisi pembuat skandal bisa membuat para atlit membangkang dari latihan.
Bertolak dari sini, ada yang perlu dibenahi sebenarnya dari sisi manajerial ini, sebelum kita men-judge bahwasanya Negara Indonesia yang kaya akan SDM ini, apabila SDM nya memang tidak benar-benar berkompeten dibidangnya, ataupun sebaliknya, ia memang bisa tetapi ada birokrasi-birokrasi tertentu yang menyelewengkan atau membuat sedemikian hingga para manajerial termasuk didalamnya sie administrasi maupun pelatih sendiri di suap ataupun main belakang dengan cara nepotisme maupun korupsi yang terselubung.
Menanti Keajaiban ataukah tetap stabil?
Kita mengerti akhir-akhir ini dengan melihat perolehan medali yang dimiliki Indonesia dalam sebuah televisi swasta maupun nasional, sangat disayangkan hasil yang diperoleh. Bahkan bisa dibilang bahwasanya Negara kita setingkat dengan Negara yang bergolak semacam Thailand maupun Vietnam. Agak miris memang melihat sebenarnya Negara semacam jepang yang merupakan Negara bekas hancuran bom Hiroshima dan Nagasaki, maupun Negara komunis semacam china yang notabene beda paham tetapi dengan penduduk yang termasuk dalam kategori maksimal, bisa memanfaatkan sumber daya manusianya secara maksimal, ini terbukti dengan sapu bersih yang dilakukan oleh atlit semacam dari Negara china maupun jepang.
Dengan kondisi yang seperti ini, haruskah kita menanti keajaiban yang ada? Seolah-olah birokrasi yang kotor terhapus secara sendirinya? Berharap dewi fortuna yang mujur semacam permainan sepak bola karena bola itu bundar? Ataupun kita balik ke alasan yang paling “manusiawi”, namanya permainan pasti ada menang atau ada yang kalah?
Ataukah kita menunggu tetap stabil? Sama seperti perolehan Negara Indonesia seprti tahun-tahun yang lalu, minim akan prestasi tetapi sarat akan korupsi? Kita patut mengacungi jempol upaya yang dilakukan oleh beberapa klub-klub sepak bola di Indonesia yang mengikutkan diri dalam pentas LPI (Liga Primer Indonesia) yang dihelat oleh salah satu televisi swasta di Indonesia. Bukannya kontra akan adanya ISL (Indonesia Super League), tetapi lebih dari itu, ini masalah tentang bagaimana caranya supaya Indonesia dengan sistem yang terbaru, terobosan baru bisa membuat regulasi sepak bola di Indonesia sedemikian hingga dapat membantu kemajuan dari sisi pemain sepak bola Indonesia sendiri, yakni salah satunya pemilik klub yang bermain di LPI di set sedemikina hingga tidak bergantung pada APBD, yang notabene APBD pada laga per klub yang rata-rata pengikut ISL termasuk diindikasi terjadi adanya korupsi.
Inilah merupakan salah satu terobosan yang diberikan kepada para elit-elit di dunia perekonomian semacam pengusaha Arifin Panigoro ketika melihat suatu fakta bahwasanya apa yang terjadi pada ISL seharusnya bisa menelurkan para pemain-pemain yang baik untuk bisa diseleksi di SEA GAMES namun tetap bisa menghasilkan medali. Bagaimankah dengan cabang yang lain? Kalau memang ada, beranikah menggelontorkan dana sekian milyar, untuk perbaikan yang benar-benar menghasilkan “pembaharuan” walaupun itu ditentang-tentang oleh para petinggi organ
isasi olahraganya masing-masing? Kalau memang ada, itu layak diacungi dua jempol!
sumber gambar :http://www.laosoc.com

Wednesday, November 17, 2010

Merajut asa kaum Dhuafa dengan Idul Adha



Kita semua sudah melewati hari idul adha dengan hati yang lapang, karena secara tidak langsung kita membagikan apa yang kita punyai dalam bentuk zakat yang secara tidak langsung kepada kaum dhuafa. Ini membuat kita secara tidak langsung melepaskan suatu ‘energi’ di dalam hati kepada alam semesta sedemikian hingga kita membuat suatu rasa yang nyaman. Energi-energi tadi secara tidak langsung mengumpul, terseleksi sendiri oleh alam semesta, dan disalurkan secara tidak langsung kepada orang yang berhubungan, walaupun itu tidak terikat dengan hubungan tertentu semacam pertalian saudara. Dan energi itu bisa berubah dalam bentuk energi lain sesuai dengan kesetimbangan alam (homeostatis). Agak susah memang menalar bahasa filosofis apabila dikaitkan dengan esensi memberi pada Idul Adha dikaitkan dengan efek yang dihasilkan setelah member, tapi itu yang terjadi. Ya, benar, hokum kekekalan energi berlaku disini, energi tidak dapat dimusnahkan, tetapi energi berubah menjadi bentuk yang lain (steady)
Menurut buku The Secret, yang sempat menggemparkan dunia permotivasian, didalamnya diberikan suatu postulat, tentang Law of attraction, yang salah satu isinya pada intinya berisi, “Kau yang menanam, Kau yang memetik”, layaknya hukum aksi reaksi di dalam ilmu fisika, ketika kau meninju dinding, dinding tadi juga akan memantulkan efek yang sama berupa energi dari hasil tinju yang kamu lakukan, setara dengan apa yang kau tinjukan. Benar, seberapa kita meninju dinding, seberapa sakit juga yang kita rasakan dari hasil tinjuan kita itu sendiri.
Apabila kita mengkaitkan kepada Kaum Dhuafa atas apa yang kita beri dalam rangka Hari Idul Adha, kita bisa melihat suatu efek aksi reaksi atau hukum Attraction berlaku disini, walaupun secara kita tidak menyadari entah itu secara implisit maupun secara eksplisit. Mungkin dengan kita memberikan semacam hewan kurban, kemudian rejeki kita dilancarkan. Ini secara tidak langsung dibuktikan oleh para ilmuwan dan intelektual Eropa itu sendiri yang menemukan Law of Attraction. Bahkan kita bisa menemukan dalam majalah-majalah islami, ataupun secara tidak langsung pengakuan dari tetangga kita, saudara kita, ataupun bahkan di televisi sekalipun. Tentang orang yang kaya karena zakat, hutang-hutang yang terlunasi padahal tidak ada uang sekalipun ataupun penghasilan tidak menentu tetapi sanggup membayar dengan justru mengorbankan beberapa rupiah saja. Karena kita tahu esensi zakat itu sendiri sama seperti infak/sodakoh secara garis besar, namun ada aturan tersendiri dalam pengaturannya. Sehingga tidak heran apabila terdapat buku ataupun artikel-artikel the miracle of zakat. Bahkan seorang Ustadz pun ada yang mengkhususkan pada bidang bersodakoh, zakat ataupiun yang terkait dengan itu seperti Ustadz Yusuf Mansur.
Melihat banyak musibah- musibah yang terjadi di Indonesia, hingga ada dalam ranah komunitas internet menamakan dirinya komunitas “pray for Indonesia” hingga dalam ranah dunia yang asli, semua berdoa, berharap bahwasanya bencana tidak terjadi di Indonesia kembali. Walaupun ada yang berkata bahwasanya bencana merupakan suatu pertanda akan pergantian kekuasaan presiden, timbulnya Satrio Piningit. Tetapi bila kita mengetahui dengan mengacu pada Law of Attraction ini, kita bisa melihat bahwasanya sebelum kejadian ini, pasti ada yang ‘mengawali’ memberikan sesuatu aksi yang negatif secara kronik (sedikit demi sedikit tetapi persisten atau teratur baik itu teratur secara sengaja maupun teratur secara tidak sengaja). Baik itu secara personal maupun secara massal.
Dengan masih suasana Idul Adha ini, apabila kita kaitkan dengan aksi zakat yang kita kaitkan, mari kita bersama-sama membersihkan niat kita dari perzakatan ini untuk tujuan komersil, alihkan lah tujuan komersil itu kepada tujuan yang lebih bermanfaat seperti, doakanlah orang-orang korban bencana, berharap karma tidak menimpa balik, kalaupun itu memang sebagai sebuah karma, biarkanlah alam yang mengatur, kita hanya bisa berdoa, memberikan semacam energi tidak terlihat untuk membuat para korban-korban bencana mentawai, merapi maupun korban-korban bencana lain lebih ringan. Berdoalah pula untuk alam, berharaplah alam memberikan nilai positif untuk kita.
Bila dikaitkan dengan banyaknya acara televisi, kita pun bahkam melihat banyak fenomena-fenomena seperti yang dulunya acara televisi gosip berisi tentang gosip, kita bahkan melihat acara-acara tertentu menampilkan sosok semacam Andi Soraya yang berkurban di dalam selnya, tetapi disisi lain kita melihat seseorang melepaskan energi positifnya ke semesta, kitapun melihat berita televisi mengenai berkurangnya pembeli daging kurban di daerah Sleman, pembeli anjlok hingga setengahnya. Agaknya kita juga melihat secara tidak langsung efek yang diberikan semesta akibat adanya Musibah ini. Ini saatnya kita menata rasa, hati dan keikhlasan untuk membantu melepaskan ‘energi’ positif dengan berzakat salah satunya.
Merajut Asa dengan kaum Dhuafa
Setelah kita melihat dampak krusial dan gamblang secara tidak langsung mengenai zakat, kitapun jangan melupakan esensi dari pemberian zakat yang utama, yakni meringankan kaum Dhuafa. Kaum Dhuafa banyak membutuhkan uluran kita, salah satunya dengan zakat, bahkan penulis sendiri pernah mendengar ungkapan, “apabila seluruh masyarakat Indonesia melakukan upaya zakat, maka Negara Indonesia akan menajdi Negara yang kaya”. Bahkan Negara Malaysia dan Brunei beberapa bulan yang lalu sudah mencanangkan metode sistem zakat untuk pengaturan salah satu sistem aliran keuangan Negara mereka. Ini merupakan salah satu terobosan sistem Negara mereka untuk meningkatkan harapan hidup para kaum Dhuafa, hingga merajut asa mereka untuk mempunyai kehidupan sama dengan kita. Selamat Hari Raya Idhul Adha 1431 hijriyah.

sumber gambar : farhansyaddad.wordpress.com

Sunday, November 14, 2010

Nasionalisme, re-evaluasi arti Hari pahlawan, dan perubahan paradigma

Kita sudah melewatkan tanggal 10 November, yang dulunya notabene merupakan tempat dimana mengingatkan kita di Surabaya, tentang tewasnya Brigadir A.W.S Mallaby dengan usaha-usaha lain yang menghancurkan Surabaya, hingga karena ke-heroikannya dijadikan hari pahlawan.
Kita juga sudah melihat betapa seorang Obama juga menghormati makam-makam pahlawan, lewat pidatonya di kuliah umum Balairung Universitas Indonesia, ia menyinggung masalah transformsi masa depan dengan korelasinya masa lalu. Bahwasanya Indonesia adalah Negara yang telah bebas dari penguasa yang berpegangan penuh absolutisme hingga menuju jaman demokrasi dengan rakyat yang menjalankan sistem elektif kepartaian dalam menjalankan pemilihan umum untuk memilih presiden. Tanpa menyinggung antara korelasi sejarah, yang menghasilkan mis-understanding nantinya, pidato obama memang lebih pada kharismanya yang bisa merengkuh bermacam-macam pihak di kalangan dunia.
Masih teringat di benak kita ketika presiden Soekarno memilih Tan Malaka, sebagai pahlawan nasional. Namun, pada zaman Soeharto tidak dimasukkan dalam buku sejarah. Menurut spesialis fornesik dan ahli odontologi, jasad Tan Malaka ketika itu tangannya ditali kebelakang dan ditembak dari kebelekang. Ini terlihat dari bukti-bukti yang ada.
Kita juga melihat tentang masalah pemberian Gelar Soeharto yang diberikan kepada Pejuang Maluku dan Papua seperti Lampessi. Ini merupakan salah satu gagasan ideal karena Negara kita msih banyak yang mempunyai seabrek jasa-jasa sebagai founding-father Negara republik Indonesia
Pemberian gelar budaya kepada beberapa pejuang semacam Romo Mangun dari Yogyakarta juga merupakan salah satu hal yang tidak bisa dianggap remeh temeh. Hasil sastranya, keanehan sastranya yang mengatakan bahwasanya sastra yang tertulis mengindikasikan pada tanggal tertentu ia akan meninggal, terlihat bahwasanya ia akan dihukum mati maupun ia akan siap-siap dibunuh pada tanggal itu.
Agaknya untuk kaum-kaum muda perlu untuk lebih ditanamkan sifat-sifat untuk menghargai nasionalisme, termasuk menghargai hari pahlawan itu sendiri. Menghagai hari pahlawan sama saja dengan menghargai hari pahlawan, yang mana hari pahlawan itu mengidentifikasikan bahwasanya kita juga menghargai sejarah nasional. Dengan menghargai sejarah nasioanal, secara tidak langsung kita belajar dan menjadi lebih bijak di masa depan, termasuk kita menghargai hari pahlawan itu sendiri.
Mengenai hal ini, sebaiknya tidak hanya kaum muda pula yang diberikan pembekalan sejarah nasioanal, melainkan juga kaum-kaum pemerintah yang didalamnya secara tidak sadar melencengkan arti dari nasionalisme itu sendiri dengan melakukan korupsi beberapa milyar rupiah. Sebenarnya untuk kaum-kaum senior yang justru lebih mengerti daripada kaum muda-muda, lebih membutuhkan suatu sentilan berupa fakta-fakta di amsa lalu maupun fakta di masa sekarang yang membuat kontras seakan-akan menyentil kehidupan hedon maupun riwayat korupsi para peraku koruptor.
Tidak salah apabila kita melihat banyak veteran-veteran pejuang Indonesia yang sebenarnya merupakan salah satu founding-father Negara Indonesia yang pada masa dahulu harus menyingsingkan lengan baju demi Indonesia, harus rela hidup dibawah UMR, atau bahkan lebih dari itu, hidup denga ala akdarnya, tanpa banyak campur tangan pemerintah untuk menaikkan statusnya, sehingga pemerintah perlu untuk lebih jeli dalam mengantisipasi banyaknya veteran atau paling tidak mereka harus mempunyai data-data berapa sampling error ataupun berapa data yang sudah terkover mengenai veteran-veteran yang sudah masuk tahap UMR maupun dibawahnya.
Sebenarnya kita sudah bagus melihat gelagat para wakil rakyat maupun presiden yang menyempatkan mengunjungi makam 14 pahlawan nasioanl, temasuk di Kalibata itu sendiri. Ini patut diacungi jempol, karena secara tidak langsung menumbuhkan minat para kaum-kaum muda untuk mencontoh senior, tetapi parahnya blow-up besar-besaran justru terjadi semacam kasus-kasus video porno, skandal korupsi dan sebagainya yang menjadikannya para penonton media elektronik menjadi dibombardir oleh info-info yang bersifat desktruktif yang dapat menghancurkan moralitas bangsa Indonesia, termasuk generasi muda itu sendiri. Hingga kehilangan nilai esensinya, penulis sendiri sebenarnya juga pernah bertemu dengan seorang sejarawan, ia menyitir bagaimana ini bisa terjadi, mengapa lagu Negara Indonesia dijadikan malam hari ataupun dini hari, itupun ketika penutupan suatu acara pada salah satu televisi nasional Indonesia? Tidak kah ada acara yang khusus memblow-up lagu-lagu nasionalisme diacara waktu prime-time dimana rating saat itu nyana-nyana dibombardir oleh acara semacam kuis ataupun sinetron yang sama sekali tidak mengandung unsur nasionalis? Apakah kita perlu menunggu acara-acara semacam hari kesaktian pancasila, hari kemerdekaan Indonesia, maupun hari pahlawan untuk memutar lagu-lagu kebangsaan? Apakah ini selalu dikait-kaitkan dengan politik ataupun brain-wash pikiran kita akan partai-partai tertentu apabila kita mempunyai acara seperti ini?
Ubah Paradigma? Itu perlu.
Perubahan paradigma, itu perlu apabila kita ingin membuat suatu evaluasi yang konsisten untuk menghasilkan suatu pemikiran baru, cara pikir baru dan pola pandang terbaru. Apabila kita me re evaluasi berikutnya atau mungkin di tahun berikutnya maupun abad berikutnya kita melihat anak cucu generasi kita mengkritisi lebih pedas mengenai ke-nasionalisme Indonesia yang pudar, apalagi era berikutnya adalah era pasar bebas 2025 dimana penyaringan antara budaya global dengan budaya local sudahlah sangat tipis hingga secara tidak langsung berujung pada penggerogotan sedikit demi sedikit ideologi Negara, jangan salahkan kita, apabila kita tidak bertindak merubah paradigma kita.

Sebagai tindak lanjut mengenai gelar pahlawan, saya juga pernah membahasnya pada artikel ini



Wednesday, November 10, 2010

Gayus, Penjara dan ISO:9001

Kita perlu melihat secara utuh, bahwasanya keluarnya gayus dari penjara ini apakah sebuah pertanda baik ataukah merupakan tamparan yang keras bagi menteri pertahanan maupun kapolri baru untuk segera melakukan revitalisasi regulasi tentang ruu rutan kepenjaraan

Memang ironis sekali melihat Indonesia yang Negara hukum, tetapi hukumnya masih digerogoti oleh uang. Apalagi kita melihat bahwasanya gayus sendiri malah terlihat kepergok berjalan bersama wanita. Kita tidak bisa bilang bahwasanya ini adalah tentang masalah suudzon atau tidak, tetapi lebih dari itu, kita harus berfikir kritis, agar pemerintah segera melakukan apa yang disebut dengan rogram mawas diri antar kinerja aparat keamanan dalam rutan, maupun pada tiap narapidanan sendiri yang mungkin sudah biasa “bergelut” dengan sistem kekotoran penjara Indonesia

Apalagi kejadian ini menampar wajah kepolisian Indonesia, seperti yang kita ketahui, sebagai hari dimana masih 100 hari dari evaluasi TimurPradopo, sebagai ketua polri baru, harusnya keluarnya lelaki yang diidentifikasi sebagai koruptor perpajakan ini seharusnya membuat kinerja polri menjadi semakin baik, bukan malah sebaliknya, namun kita berharap agar wajah yang benar-benar terlihat adalah bukan Gayus.

Namun, ketika kita melihat, seperti yang dilansir kompas.com, mengenai simpul-simpul guratan wajah di daerah facei, menunjukkan ada kesamaan, seperti di daerah Temporo mandibula, pipi maupun guratan-gurata ndi dahi mengidentifikasikan bahwasanya ada kemungkinan itu adalah Gayus. Ada 5 guratan yang telah dicek pada sumber kompas.com, yakni yang kesemuanya guratan di daerah perwajahan (regio facei)

Apalagi kita telah melihat tingkat kerawanan dari pada rutan itu sendiri, yakni rawan akan perselundupan maupun penyogokan atau bisa disebut “uang pelicin” Ini terjadi dikala para petugas rutan bisa saja tidak mengetahui ataupun dengan sengaja membangkang dari kode etiknya. Wajar saja ini terjadi ketika mungkin terjadi masalah internal, maupun adanya kasus hitam diatas putih yang menyebabkan terjadinya peristiwa seperti ini.

Masalah internal ini sendiri terjadi bisa saja karena ketidak akuran antara atasan dan bawahan, dikarenakan karena adanya mis-persepsi dan mis-konsepsi antara atasan dan bawahan, atau bisa saja karena memang dari dulu sampai sekarang, rutan yang bersangkutan memang telah tersistemasi terjadi kekacauan sistem dari rutan itu sendiri.

Perlukah sertifikasi ISO 9001 ?

Apakah perlu dipakai istilah ISO:9001 untk menejemen rutan? Kenapa tidak. Sebelumnya kita perlu mengetahui dulu apakah ISO:9001, menurut nqa.com, ISO :9001 adalah suatu sistem standarisasi internasional untuk sistem menejemn mutu yang apik dan telah termenejemnisasi secara berjenjang sistematis. Dalam artian untuk mencapai hal ini dibutuhkan suatu aturan, perombakan menejemen baru. Pelaku ISO tidak hanya terbataspada perusahaan-perusahaan semua bidang saja, bahkan pada fasilitas umum semacam rumah sakit ataupun puskesmas saja menggunakan standardisasi ini.

Seperti yang dilansir oleh beberapa rekan-rekan penulis, untuk membuat standardisasi internasional (walaupun sebenarnya msih banyak model-model standadisasi semacam standarisasi chartered, ataupun SNI) tetapi kita lebih menggunakan sistem ISO:9001 saja karena ini diakui oleh nasional dan dunia internasional, bisa butuh dana hingga 200 juta rupiah. Namun anggaran ini tidak seberapa masalah jika dibandingkan dengan aliran korupsi yang dialirkan oleh para pelaku rutan maupun oknum-oknum rutan. Sehingga perlu dilakukan sweeping menyeluruh dari seluruh kalangan eselon pertahanan hingga menuju dalam skala kecil, yakni para tukang sapu rumah tahanan maupun tahanannya itu sendiri.

Alurnya bisa kita lihat, yakni kita harus menentukan rutan mana yang akan dijadikan standardisasi ISO:9001, sebut saja rutan semacam milik artalyta suryani ataupun milik gayus ataupun rutan pusat. Megapa kita mengambil yang daerah pusat? Ini disebabkan apabila kita membuat semacam rutan rujukan untuk sebagai tolok ukur standardisasi ISO:9001 ini. Kemudian, kita ajukan dulu ke dewan daerah, propinsi hingga dewan Negara (DPR) itu sendiri, apabila ini disetujui, maka dapat dipastikan kita membuat rutan yang memanusiakan manusia. Tidak seperti gambaran yang dilihat di media massa maupun media elektronik, bahwasanya rutan yang seharusnya dihuni oleh 1 orang menjadi dihuni oleh 1.orang, atau perbandingan jangan sampai 1:10, paling tidak ditekan antara 1:5 ataupun 1:2, tidak perlu hingga menuju 1:1.

Diharapkan dengan adanya rutan percontohan ini dapat menarik simpati dunia pada umumnya dan Negara Indonesia pada khususnya. Indonesia yang notabene adalah Negara dengan demokrasi yang walaupun tidak sekaya pengalaman dengan Negara-negara dunia yang dicontoh kiblat demokrasinya semacam Negara amerika serikat, diharapkan juga bisa terjadi, serta mungkin saja dapat menghapus isu-isu terorisme yang berkepanjangan yang menyulut adanya anggota-etnik-etnik tertentu maupun agama-agama tertentu. Ini sifatnya hanya filosofis semata, dalam artian paling tidak dapat menyitir atau mengurangi blow-up blow-up berbagai berita tentang tayangan televise maupun internasional yang mereportasekan tentang Negara islam, termasuk Negara Indonesia itu sendir, ya, hanya semacam pengurangan isu-isu terorisme saja secara tidak langsung.

ISO:9001 ini tidak terbatas hanya pada pelayanan mutu saja, tetapi juga sistem manajerial dan peletakannya sistem itu sendiri perlu dibuat semacam aturan juga, semisal untuk arsitektur rutan yang menggunakan sistem buang air sekaligus buang hajat didalam sel, diubah menjadi mungkin tersedia jamban sendiri, tidak perlu menggunakan sistem semacam lift ataupun escalator, pemeriksaan barang-barang secara lewat konveyor (ban berjalan) Tetapi kita menggunakan sistem meanajerial yang minimal (untuk mentaati sistemnya saja) selebihnya berimprovisasi sesuai dengan kebutuhan sendiri, misalnya apabila di penjara AS, tiap sel terdapat satu kanal untuk tempat AC sentral, yang membawahi beratus-ratus rutan, kita tidak perlu seperti itu, cukup apabila sistem ISO membutuhkan bahwasanya terdapat pendingin, cukup gunakan saja mini kipas angina tau kipas angin yang model menggelantung.


Saturday, November 6, 2010

Gelar Pahlawan dan Gunung Es

Kita layak tercengang dan terpana manakala melihat banyak kandidat tersaring dan akhirnya terpilih gus dur dan soe harto dalam meraih gelar pahlawan nasional, yang nantinya akan di usulkan oleh Staff presiden dan nantinya akan di pilih oleh presiden secara langsung untuk ditandatangani dan dinobatkan. Namun, ada syarat-syarat tertentu yang tentunya harus dimiliki oleh pengusung gelar pahlawan. Memang Nantinya ini akan menimbulkan kontroversi, karena pasti ada yang mengira mengapa kok si A tidak terpilih, padahal tanda jasanya bla bla bla..
Seorang pemimpin nasional yang bergelar pahlawan nasional (yan tentunya disini sudah dalam status almarhumah) paling tidak ia harus memiliki sesuatu yang layak diteladani, terlepas dari dosa besar yang telah di perbuat oleh seorang pahlawan nasional, namun penilaian itu juga penting, mengingat seberapa absolutnya kekuasaan seorang pahlawan, menjadikannya pengurangan nilai tambah, bahkan bisa menjadi titik nadir minus yang ekstrim apabila sikapnya hitam diatas putih, layaknya berbuat baik, namun berdalih untuk menguntungkan diri sendiri atau untuk kepentingan kroni-kroni tertentu.
Dilema pencalonan pemilihan pahlawan nasional disini juga sangat mungkin terjadi mengingat kedua calon pilihan juga tentunya memiliki basic politik yang berbeda, namun perjalanan hidup merekalah yang mewarnai, sehingga terciptalah Indonesia yang sewarna dengan pewarna tadi, yakni pemimpin yang nantinya dinobatkan mendapatkan gelar pahlawan nasional maupun tidak. Tetapi, kita juga tidak boleh mengingkari kesalahan para pahlawan nasional, karena Negara Indonesia terbangun bukan dari suksesnya kebijakan para pemimpin yang akan dianugerahi, tetapi juga dari kesalahan ‘masa lampau’ yang dilakukan oleh pemimpin itu. Tapi disisi lain berdampak bahwasanya kegagalan kekuasaan oleh para calon yang nantinya mengerucut menjadi satu, terpilih mendapat gelar nasional, juga memberikan hasil ‘pewarnaan’ yang buruk pula. Layaknya hitam putih dan siang malam, kegagalan-kesuksesan berimbas pula kepada pemajuan Indonesia sekarang, berikut dengan baik dan buruknya regulasi yang ada.
Para staff presiden yang baik, benar jujur dan eksploratif akan kesalahan maupun kesuksesan masing-masing calon yang nantinya akan dinobatkan tentunya harus punya sense of humanity akan pilihannya yang akan dipilih untuk diajukan kepada presiden, ini dikarenakan mengemban kepercayaan oleh public akan bijak tidaknya pemilihan gelar ‘pahlawan nasional’ ini sangat dibutuhkan dan diharpkan oleh rakyat, sehingga rasa regret akan terpilihnya salah satu calon dari dua calon yang ada dapat terminimalisir dengan bukti-bukti yang validitasnya dapat dipertanggung jawaban, bukan karena kroni-kroni tertentu, atau karena bujuk-rayu kekayaan maupun nepotisme antar internal.
Sense of Humanity, disini adalah rasa kemanusiaan yang perlu di tingkatkan maupun di eksplor oleh para panelis maupun juri dalam penganugerahan ‘pahlawan nasional’ itu sendiri. Dengan menghayati, memikirkan dan melakukan telaah kritis akan biografi, gaya hidup, otobiografi maupun opini sanak saudara, masyarakat, dengan mengesampingkan rasa simpati, namun mementingkan rasa empati, netralitas maupun objektivitas yang diterapkan dengan standar yang tinggi, diharapkan sense of humanity ini dapat diraih secara mutlak tanpa gangguan nurani dari para juri atau staff oleh para kroni-kroni yang memanfaatkan uang dalam mentargetkan kemenangan suatu calon, yang menyebabkan hukuman social berupa cibiran oleh masyarakat.
Kemudian, mungkinkah mantan alamarhum presiden yang memang di black-list dosa besar oleh kaum tertentu, bisa memulihkan citranya apabila nanti (misalnya) terpilih menjadi orang yang bergelar pahlawan nasional? Memang agak susah mengingat apa yang ditimbulkannya, yang dilakukan dan diterapkannya benar-benar dirasakan oleh rakyat, sehingga agak susah menghapus atau paling tidak mengklarifikasi semacam ‘masalah’ yang ditimbulkan. Seperti kita ketahui, pikiran bawah sadar ini kerjanya tidak seaktif pikiran sadar, yang mana ia lebih banyak aktif ketika seseorang tidur. Namun, efeknya dalam kehidupan seseorang sangatlah menentukan, bahkan bisa dibilang, layaknya gunung es yang menyebabkan runtuhnya, pecahnya kapal titanic, kita tahu bahwasanya terlihat dari luar, gunung e situ hanya sebongkah batu atau karang kecil yang tersekat atau paling tidak terpisah oleh superficial dari permukaan air laut, namun bila kita melongok kebawah, maka akan terlihat bagian yang menjulang ke bawah besar. Nah bagian atas ini kita ibaratkan pemikiran sadar, sedangkan bagian bawah yang enjulang besar ini merupakan pikiran bawah sadar.Layaknya analogi ini diterapkan dalam setiap individu, yang mana individu berkumpul menjadi komunitas, komunitas yang saling berinteraksi membentuk komunitas sosial, yang mana komunitas social ini saling berinteraksi membentuk masyarakat sosial yang dinamis.
Memang agak filsuf sekali menganalogikan kinerja pikiran bawah sadar dengan menjulangnya gunung es, dengan stigma (entah itu stigma positif atau negatif) calon presiden almarhumah yang akan mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional ini. Namun, kalau kita realistic, agaknya bukanlah tindakan yang bijak untuk memilih almarhumah presiden yang mempunyai masa lalu dilematis sebagai pahlawan nasional, mengingat para juri nantinya apabila memilih pemimpin dilematis, akan menghadapi bermacam-macam kritik sosial yang sebenarnya bertolak dari resistivitas masyarakat akan hal yang pernah dilakukan oleh pemimpin tadi yang sebenarnya resistifitas ini berakar dari fenomena gunung es tadi.


Thursday, November 4, 2010

Bencana Mentawai, Menyinggung Perkataan Dewan

Kita mengetahui tentang bencana ini, bahwasanya bencana ini menghantam daerah mentawai sumatera barat. Kita patut berbela sungkawa atas kejadian ini. Banyak yang terenggut nyawa karena tsunami ini. Bahkan hingga mengundang pendapat Marzukie Ali, ketua umum DPR dari fraksi partai demokrat. Namun yang agak disayangkan adalah perkataannya mengenai kesiapsiagaan nya atas daerah yang akan terjadi bencana.

Layaknya lagu dangdut, Percuma saja berlayar, kalau kau takut gelombang, percuma saja bercinta, kalau kau takut sengsara. Merupakan kata-kata yang menohok, namun ada benarnya. Disamping karena kita memang benar apa yang dikatakan Marzukie Ali mengenai pernyataannya, tetapi agak pahit juga rasanya. Namun kita perlu menelusuri juga faktor-faktor yang mungkin menyebabkan terjadinya bencana itu sendiri, berikut mekanisme kerja atau persiapan menghadapi bencana, dalam kasus ini Mentawai, apabila ingin mengkaitkan pernyataan Marzuki Alie

Banyak faktor yang terjadi apabila kita ingin mengkaitkan seperti kesalahan manusia yang mungkin. Naifnya persiapan menuju bencana. Seperti yang kita ketahui, bahwasanya seismograf yang terpasang di BMG seharusnya bisa mencatat dan meramal adanya bencana, gempa maupun pergeseran lempeng. Tetapi fakta yang terjadi, berhubungan dengan persiapan pra-bencana (yakni sebelum bencana terjadi) seringkali tidak konsisten dalam mencatat terjadinya berita. Ini bisa disebabkan kekurangsigapan alatnya itu sendiri dan juga maupun faktor SDM Indonesia itu sendiri. Agaknya itu perlu dijadikan cermin bagi para seismographer dalam menganalisis terjadinya bencana di seluruh Indonesia, termasuk di mentawai itu sendiri.

Kita juga bersyukur ketika kita mendengar berita bahwasanya Mentawai diberikan dana khusus 2.6 T untuk kepentingan pembangunan Mentawai dari Dinas maupun Bupati Sumatera Barat. Walaupun begitu, kita juga perlu melihat kinerja dari pemerintah, jangan sampai terjadi uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kemanusiaan harus digunakan untuk nepotisme korporat tertentu. Merupakan tugas dari Presiden dan Menteri. Bila perlu, wakil KPK maupun ICW perlu diterjunkan untuk mengawasi jalannya uang tersebut baik itu secara structural maupun secara fungsional.

Namun bila kita runut jauh sebelum permasalahan keterlambatan bencana mentawai yang disinyalir terlambat hingga 10 jam itu, kita perlu mengulas masalah dana anggaran cadangan yang dianggarkan oleh pemerintah kepada suatu instansi, termasuk kepada badan penyelenggara pemngumuman seismograf tadi (BSNP) . Kalau kita urut, sumber dari metro tv menyebutkan bahwasanya dana dari BSNP ini hanya 222 milyar yang dianggarkan, jauh dari anggaran yang di hibahkan kepada DPR senilai 1.2 T. Agaknya patut dipertanyakan mengenai masalah rendahnya jatah keuangan yang masuk untuk BSNP itu sendiri.

Selain itu kita perlu berfikir dua kali mengenai adanya jatah yang sangat kontras antara DPR dengan BSNP sendiri mengenai anggaran yang dianggarkan. Mengapa? Karena kita melihat anggaran itu, merupakan cerminan dari hasil kinerja dan seberapa 'panjang' tangan-tangan yang bisa terjangkau maupun seberapa canggih kah teknologi yang digunakan.

Selain itu, perlu di buatnya sebaran yang merata SAR untuk setiap daerah dimaksudkan membuat terjadinya antisipasi bencana lebih responsive. Kecuali apabila ada bencana tertentu yang merenggut banyak nyawa, perlu dipusatkan SAR yang lebih banyak pada daerah itu. Sehingga hasil yang digunakan dalam menyelidiki, mengevakuasi, tanggap bencana lebih sigap untuk dihadapi. Namun, adakalanya pihak SAR sendiri juga kurang konsisten terhadap semua korban yang ada. Ini terlihat dari faktor manusia dan faktor bahaya yang terjadi dari sisi penyelamatan korban itu sendiri.

Apabila kita melihat dari sisi PMI itu sendiri, yang diketuai oleh mantan wapres Jusuf Kalla, agaknya mulai terlihat gerak-gerik dan kemajuan PMI Indonesia itu sendiri. Apabila kita menggunakan PMI sebagai kuda troya dalam bidak catur, agaknya peran ini sangat penting sekali mengingat perannya dalam persiapan pasca-bencana sangat aktif dibutuhkan, mulai bekerja sama dengan tim SAR, menyiapkan pakaian yang tidak terpakai, hingga revitalisasi rumah penduduk pasca-bencana.

Namun kita juga jangan melupakan banyaknya alat detektor tsunami yang merupakan sumbangan dari jepang, dikuliti oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab hingga tidak berfungsi sampai sekarang. Diperlukan pihak sigap dari aparat keamanan laut untuk mendeteksi adanya pencurian besi yang dijual ke pihak-pihak tertentu dengan nilai jual ratusan hingga milyaran rupiah itu. Karena pencurian maupun pengrusakan barang seperti itu, bisa mengurangi atau bahkan menggagalkan upaya antisipatif pra-bencana yang digembar-gemborkan pemerintah.

Berkaitan dengan kata-kata Marzuki Alie mengenai siap tidaknya para penduduk daerah kepulauan, sebenarnya ada benarnya juga bila kita menurut lapangan, tentang fakta yang terjadi saat ini. Mungkin bisa terlihat dari kekurangsigapan dari pra-bencana itu sendiri, dalam artian mungkin memang fasilitas di Indonesia yang menengarai bencana ini kurang maksimal hingga akhirnya berbuntut dari kurangsigapan hingga memicu keterlambatan ramalan detektor bencana. Sehingga wajar saja yang fakta yang terjadi di lapangan: bencana banyak merusak bermacam-macam fasilitas umum dan tentunya merenggut banyak nyawa, seperti yang terjadi saat ini. Namun, kita masih belum terlambat memperbaiki apa yang terjadi dengan berupa melakukan penanganan-penanganan pasca-bencana, melakukan evaluasi lebih kritis dan efektif terhadap semua sektor dibidang ketanggapan bencana alam sehingga resiko timbulnya korban dan rusaknya fasilitas umum dapat diminimalisir.

Monday, November 1, 2010

Tiimur, Kapolri Baru

Kita agaknya harus memebrikan semacam ucapan congrats kepada timur, yang mana sudah terpilih menjadi Kapolri baru. NAmun,timur, kapolri yang baru adalah merupakan kandidat yang controversial. Baru dating, tiba-tiba langsung menohok dan langsung menang. Disini agaknya perlu dicurigai namun terlepas dari itu, nyata-nyatanya tidak ada pertengkaran sendiri di tubuh kapolri. Lebih dari itu, apabila kita mau berfikir positif, kita sebaiknya melihat kinerja timur ini selama 100 hari kedepan.

Kita perlu mengetahui banyak sekali yang harus dibenahi, mulai dari diskriminasi. Termasuk dalam hal ini diskriminasi tentang jabatan yang bersal dari background akpol dan non-akpol (semacam caba). Kemudian tentang kesetaraan jender yang digembar-gemborkan oleh Jaringan Islam Liberal, seprtinya patut menjadi inspirasi bagi Kapolri baru untuk mereformasi tubuh polisi, mnejadikan staff polwan bukan hanya sebagai sebatas "pelayan" saja.

Kemudian, kapolri harus perlu juga melakukan lebih banyak sidak kepada para anggotanya. Ini antara laib sebagai bentuk perwujudan sikap proaktif polisi untuk memerangi maraknya kasus "di balik layar" / back-scene yang seringkali tidak terungkap hingga menjadi gunung es. Seperti kasus ditemukannya narkoba di saku polisi dan sebagainya.

Kapolri juga perlu menginvestigasi tentang adanya jaringan narkoba dan penyelundupannya yang sudah merantai di dalam penjara, maupun adanya pungli (pungutan liar) di dalam penjara. Diharapkan dengan dibantu oleh menteri pertahanan diharapkan sidak ini dilaksanakan secara menyeluruh, termasuk sweeping tentang persamaan fasilitas di penjara. Masih terngiang di benak kita adanya penjara Artalyta Suryani yang serasa bintang 3 di dalam penjara. Ini merupakan cermin diri seorang kapolri untuk segera membenahi di tubuh polisi. Kemudian kita juga perlu membuat rutan ini di daerah-daerah tertentu, di-set agar layak untuk didiami.

Kemudian polisi mulai perlu merazia korupsi di tubuh polisi sendiri, seperti tentang jabatan atau yang berhubungan. Di jalan-jalan saat ada razia diharapkan peran serta polisi tidak hanya menarik pungutan kepada pengguna jalan, namun polisi juga apabila menarik pungutan sebaiknya dengan mempertimbangkan kesalahan-kesalahan yang ada. Caranya adalah dengan melakukan sidak atau inspeksi mendadak secara berkala dan acak. Dengan memperhatikan habit seperti ini, diharapkan juga peran Litbang polri sendiri untuk melakukan survey dari hasil Litbang dalam rangka sidak tadi sehingga apabila datanya sudah available maka akan memudahkan polisi mengurut benang kusut yang terjadi pada setiap kasus sampai ke akar-akarnya

LPI vs ISL

LPI vs ISL

Kita patut mengacungi jempol ketika kita mengetahui bahwa ada liga sekunder yang nantinya akan disahkan 11 januari ini di Semarang. Yakni system Liga Premier Indonesia, yang secara konseptual sudah berbeda dengan ISL yakni Indonesian Super League.

Dari LPI sendiri sebenarnya lebih ke pada system bagi hasil antara sponsor, klub, dan manajemen LPI sendiri. Dari sini, LPI yang di gawangi oleh pengusaha-pengusaha sekelas Arifin Panigoro, dkk. Memberikan semacam terobosan bagi para pemilik-pemilik klub yang tidak puas akan ISL, sehingga mereka akan mengubah haluan atau lebih bisa bermain secara lebih bebas maupun ingin menggunakan atmosfir baru.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya apabila kita memperbandingkan LPI dengan ISL, setidak-tidaknya kita bisa mengerti bahwasanya pada ISL, ISL memberi kebijakan hanya meletakkan semacam sponsor yang hanya dilobi oleh ISL saja, berbeda dengan ISL, LPI disini lebih mengutamakan kelihaian para anggota maupun pemilik elit klub menggayung sebanyak mungkin sponsor untuk tim mereka, karena kita melihat sendiri bahwasanya LPI itu lebih berfokus pada independansi klub dari APBD.

Sikap seperti ini timbul dikala ketua PSSI Nurdin Halid dan para staff-staffnya seperti Nugraha Basoes kurang puas akan kebijakan dan ingin membuat semacam terobosan yang mungkin bisa saja dapat membuat Negara Indonesia (dalam hal ini rakyat Indonesia per daerahnya) bisa terbantu dengan adanya independansi ini sehingga nantinya kas APBD daerah yang apabila derah yang bersangkutan menerapkan semacam kebijakan otonomi daerah, namun disisi lain juga memberikan paruh uang kas APBDnya kepada klub.

Kita perlu menelusuri mengapa adanya sikap pembaharuan ini terjadi, yang pertama memang para klub ini dulunya memiliki semacam program-program tertentu yang bisa merogoh kocek atau bisa menjadi magnet untuk pendapatan kas klubnya sendiri, seperti mengadakan liga internal seperti persebaya, maupun dengan sistem-sistem semacam pembuatan U17 ataupun umur berapa yang merupakan pijakan bagi para junior pesepakbola suatu klub di Indonesia untuk menuju ke lapis utama timnas klub yang bersangkutan. Tetapi sikap dari para petinggi PSSI menyatakan bahwa ada sebagian ulah kreatif para klub ini di batasi atau bahkan dihilangkan sehingga bisa menyebabkan kebuntuan kreatifitas para pemilik klub dalam meraup untung, okelah mungkin ada yang menggunakan semacam supporter untuk menggalang dana, mungkin bisa saja dari tiket, ataupun kelihaian mencari sponsor, namun apabila kreatifitas itu tetap dihambat oleh petinggi PSSI, tetap saja membuat klub membangkang dari ISL.

Yang kedua bisa saja ini terjadi ketika ada aktor dibalik layar penghenti atau pengatur jalannya pertandingan. Dalam artian selama aktor atau oknum dibalik layar semacam pengatur jalannya pertandingan masih berkeliaran, selama nepotisme dan korupsi oleh para aktor semacam meminta bayaran yang bukan semestinya (diluar statute PSSI) kepada klub, membayar untuk membeli permainan, maka yang terjadi akan timbul ketidak singkronisasi antara klub supporter, dan jajaran PSSI. Yang bisa menimbulkan pembelotan.

Yang ketiga yakni ke absolutan suatu pemimpin. Banyak yang mengira suatu pemimpin itu di rotasi, supaya bisa berganti regulasi maupun berganti kebijakan, namun nyatanya ? tidak. Bahkan FIFA dan AFC tidak bisa menjatuhkan ke absolutan suatu pemimpin. Bagaimana ini bisa terjadi? Perlu di tera ulang para sifat atasan PSSI mengenai adanya keadaan seperti ini. Para rakyat berharap dengan bergantinya pemimpin, maka diharapkan achievement yang bisa diraih bisa meningkat kembali.

Berlindung di balik Payung Statuta

Agaknya PSSI perlu berfikir ulang mengenai pemberlakuan statuta untuk mengkover payung hukum ISL. Kita perlu tahu bahwa apabila berfikir tentang masalah hukum okelah antara pihak PSSI sebagai penyelanggara ISL dengan pihak pengusaha yang mengusahakan LPI, diakui semuanya mempunyai alas an tersendiri atas peristiwa yang terjadi, namun seperti yang kita ketahui apabila klub-klub ISL tidak ingin banyak yang membelot ke LPI diharapkan PSSI bukanlah merubah regulasi, tatapi lebih dari itu, mengubah puncak kepemimpinan. Layaknya sebuah papan catur yang terhampar ratu, benteng, kuda troya dan lain sebagainya, apabila kita menskak-mate Raja, maka sekuat atau sepelik apapun pikiran pemain, apabila raja sudah di skak-mate, seberapapun sisa dari benteng atau prajuritnya, tetap tidak berpengaruh terhadap permainan tadi. Ya, pemain yang rajanya di skak mate tetap kalah. Bagaimana penerapannya di dalam tubuh PSSI? Dengan menganalogikan bilah catur dengan perombakan tubuh PSSI, diharapkan 'raja' dari PSSI harus di skak-mate terlebih dahulu atau setidak-tidaknya dengan jumawa menyerahkan jabatannya kepada pihak lain yang lebih mumpuni, tanpa campur tangan kolusi dan nepotisme.

Selama PSSI tidak melakukan perombakan di tubuh PSSI itu sendiri, yang terjadi hanyalah kemelut yang belum terkuak layaknya gunung es, diantara hingar binger pertandingan, ramai tidaknya supporter, yang ternyata di balik selimut itu banyak masalah yang mengakar. Jangan sampai terlambat, karena penonton pada akhirnya bisa men-judge, suatu pertandingan, apakah nantinya kalah-tidaknya merupakan suatu 'siklus' klub normal atau hanyalah sebuah konspirasi yang diatur sebelumnya

Sunday, December 28, 2008

Ketidak Sempurnaan Hidup Q


Ketidak sempurnaan hidupku memberikan saya edukasi baru, bahwa apa yang saya lakukan ternyata tidaklah perfeksionis seperti yang saya inginkan. Atau istilahnya apa yang saya lakukan, kalau tidak diinginkan tuhan, pasti plan saya akan gagal.

Contohnya, saat saya ingin bernecana mengeblog dengan zoundry blog editor, eh ternyata koq kena virus Sality dan kena variannya Alamanahe.B. Yakni yang berforat boot.exe tu yang bikin aku jengah. Soalnya file-file doc saya ilang, ditambah lagi file exe saya hancur. Sehingga portable zoundry saya gak bisa jalan dech. Lha gimaan gak bisa jalan wong sudah diblok sama irus bajingan buatan indonesia itu. Kalau tak percaya tanya aja pada provider vaksin.com, mereka ngerti koq, terutama alfons.

Kedua, berkaitan dengan ketidak sosialan orang yang selalu menghadap kompie. Kenapa..?? Menurut saya kerja menghadap kompie yang selalu menunggu dan menunggu menyebabkan otak alias pikiran ini berjalan kemana-mana, dan.. ya tebaklah jadilah pikiran cabul atau porno yang dihasilkan. Jadinya tiap ketemu orang tentunya kita takut apa yang kita lakukan tidak sejalan dengan yang dilakaukan oleh tmean-teman atau kerabat-kerabat saya..

Namun semua itu sebenarnya adalah warna lain dari hidup. Yakni cara lain mengajarkan kepada saya akan arti kehidupan, jadi kalau misalnya hari ini saya gak bisa jalanin program zoundry blog editor saya, saya jadi teringat bahwa apa yang saya lakukan ini jangan sampek terjadi lagi di waktu depan atau menit-menit maupun detik-detik ke depan.

Saya jadi teringat hukum entropi yang pernah saya ajari pada waktu saya di sma ini, yakni hukum ini menyatakan bahwa suatu benda yang dibiarkan dalam waktu lama, akan menjadikan suatu zat yang bersifat kompleks menjadi retak susunan-susunan molekulnya..

Sebagai contohnya adalah mobil sedan yang ditinggal di gurun pasir. Coba ajah tinggal, dan gak usah ditengok 2 sampai 3 tahun. lihat apa yang terjadi..!! Mobil-mobil itu bannya akan aus, cat-catnya terkelupas atau bahkan ada yang bagian-bagian vital yang mayoritas itu berkarat. Nah, kalau sudah seperti itu, mobil mana bisa dijalankan..?? Begitupula hidup saya yang saya analogikan.

Kalau diri saya saya biarkan dalam keadaan sempurna atau lebih tepatnya zone aman, atau lebih tepatnya diatur selalu sempurna sayapun tidak bisa engerti kesalahan-kesalahan saya sehingga, mungkin karenba begitulah allah menciptakan saya dengan kehidupan saya yang tidak sempurna..



Saturday, December 27, 2008

Hahaha... Lagi bikin komitmen nich

Moga moga saat di penghujung akhiur tahun, saya bisa bikin komit yang kuat sehingga tahun 2009 saya bisa menjadi diri sendiri yang baru dan lebih bisa berprestasi di sekolah..sumber: kuncup.blogdrive.com


Ada beberapa hal ayng mau saya soroti dalam diri saya..


1. Saya masih bingung menggunakan Speed Reading atau depth reading.


Dari sini saja gw masih aja bningung enaknya pake tips yang mana yach..?? kalo tips Speed reading berguna kalau ingin mencari informasi ajah, cuman kaalau belajar sain aku prefer choose to sdepth reading, yang mana lebih menonjolkan kemngertian informasi daripada seberapa banyak absorbing information.


Dalam hal ini, kalau saya menggunakan dua jurus diatas kalau


a. Saya belajar IPS >> maka saya meanggunakan jurus SPEED READING


b. Membaca keperluan informasi >> ini berguna untuk lebih mengkerucutkan tujuan hidup saya yakni menjadi HI-ers, yang mana aku sebenarnya sangat ingin menjadi dubes, walaupun habit saya sana-sini masih be;lepotan, gak tau kalo ntar dipangdang orang indonesia itu seperti ini kalau dilihat oleh bangsa lain.. He he he...


c. Kalau ulangan, namun materi saya banyak, sehingga saya terkesan ndadak, maka saya prefer to using Speed reading.. Oh iyak biasanya saya gabungin dengan Repeating reading agar infgormasi ayng masuk bisa saya gunakan dalam otak saya ~maksudnya mengendap~.


d. Kalau pelajarannya membutuhkan pengertian yang mendalam, saya gunakan Depth reading.


Cara penggunaan nya gimana..??


SPEED READING :


Rules :


Caranaya yaitu dengan membaca barisan awal yang biasanya terdiri dari pokok pikiran (deductive paragraph) dan melihat kalimat-kalimat berikutnya sehingga dapat terlihat ada informasi-informasi penting. Infoprmasi penting ini mencakup angka, tokohj-tokoh penting kata asing, dan pemeran utama yang dibicarakan dalam pokok bahasan yang bersangkutan. Setelah melihat, kemudia sampai pada paragraph terakhir, baca bagian terakhir dari paragraph terakhir, ini sama saja dewngan mengambil paragraph inti yang bagian akjhir (inductive paragraph)


Kemudian lihat lagi , dari paragraph awal mpe akhir, dari pen-scanningan tersebeut, baca pokok-pokok penting yang mencakup informasi penting dan bolo-bolonya. Jadi kalau misalanya ada tulisan :


"Jane Freedman ternyata berhasil mengangkap 30.000 pengekor bla bla bla bla bla"


bacalah yang saya kasih bold (cetak tebal diatas)


DEPTH READING


Da' Rulez


Baca paragraph awal mpe' paragraph akhir dengan sambil merasakan lewat otak, hati dan pikiran. Sehingga analaoginya membaca memfikirkan dan membayangkan apa yang terjadi atau apa sich yang dilukiskan pada kalimat atau pokook bahasan itu atau intinya "dimengerti" gitchu lah... Usahakan dengan gumaman lidah dengan lidah menggumam perkataan atau bacaan perkalimat yang dibaca supaya menambah dramatisasi. Semakin mendramatisasi, semakin bagus hasilnya, semakin otak bisa menangkap. Semakin lama memory tentang pokok bahasan ini hilang.


REPEATING READING


Rulez nya :


Baca dengan cara SPEED READING namun ulang-ulang info pentingnya, minimal tujuh kali dalam 1 bacaan, atau 7 kali SPEED READING dalam satu bacaan.


READING ini cocok untuk :


1. Orang yang suka ndadak..


2. Penghapal sejati


3. Orang yang ingin lebih mengelentekkan atau menancapkan memory nya yang terdalam. Biasanya seorang olimpiaders atau thinkers...


2.Masalah waktu


Moga-moga saja saya nggak akan dolan, paling cuman ke warnet doank... hi hi hi.. soalnay saya hanya ingin mencurahkan waktu saya untuk pelajaran pelajaran dan pelajaran.


3. Masalah Ngibadah


Saya ingin shalat saya tuw bisa sampek tahajud dan dhuha secara teratur..


Yah cuman itu doank.. bantu yach para blogger supaay habit saya tercapai...


Selamat hari raya Muharram semoga menjadi orang-orang yang beriman


dan juga selamat tahun baru 2009


Tuesday, July 15, 2008

Berjalan menggunakan sentuhan tangan 30.000%

Berjalan di dunia nyata, dengan tenaga 30.000% akan membuat prestasi anda menjadi 30.000%. Caranya gimana..?? ya, berfikirlah kalau kamu bisa 30.000% tentunya dengan cara halal. Mudahkan..!!


Berfikirlah dengan incantation sebelum tidur, "saya bisa menyentuh tai, kondom, kondol, trondol, menjadi kondominium atau berlian hutagalung eeh berliana rahmawati eeh, berlian 24 karat"


Ringkasnya, " segala apapun yang saya pegang, jadilah 30.000% " Ingat prinsipnya allah. Segala sesuatu kalo kun fayakun akan terjadi. Kalo terjadi maka terjadilah...!! Ingat, menusia sebenarnya adalah fitrah allah.

Sunday, July 13, 2008

Still 30.000%..!! Road to Grand-Launching MasCemol.com

Masih penasaran dengan situs MasCemol.com..?? Oke, gini wa kasih hint nya. MasCemol.com merupakan salah satu situs ~atau bahkan yang pertama di dunia..!! ~ Yang menyuruh kamu untuk mengeksplor segala imajinasi kamu dimasa depan.. Gila nggak..!! Percaya gak percaya disini kamu harus mencurahkan apa yang ada di isi hatimu dengan syarat :



  1. Imajinasi harus POSITIP. Nggak POSITIF..?? Siap-siap saja yach..!!

  2. Harus bersemangat 30.000%. Wan handred persen..?? Oww, sorry yach..!!

  3. Impian harus segedhe mungkin. Sekuat-kuat mungkin.


So jangan lewatin Pre-Launching MasCemol.com. Stay tuned in cemol.tk

Saturday, July 12, 2008

Gunain domain Hostpojok.com... (Road to Grand Launching MasCemol.com)

Pembuatan situs impian gilanya mas cemol di MasCemol.com mau rampung. Terus, dibalik layar pembuatannya. Apa yach yang diperlukan..? Hosting. Hosting di hostpojok.com. Dari cara bicaranya, admin hostpojok memperlihatkan kredibilitasnya. Dan saya yakin sekali dengan hostpojok 30.000%..!! Memang saya akui saya memang punya pikiran ngawur. Orang bilang kebanyakan 100 % tapi say malah bilang 30.000% sukses lagi emang bisa..? Ooow, jelas bisa..!! Kita nentuin masa depan, tujuan itu harus tinggi ngawur, tetapi bukan ngawur beneran. Harus ada aturan mainnya untuk membuat impian "ngawur"


Memang pembicaraan saya sekarang cenderung ngelantur. Justru kengelanturan sayalah membawa mujur..? kenapa..? hati saya menjadi enak karena mencurahkan perasaan sukses 30.000% sayah..!! Gila enggak..? Orang bilang saya aneh. Orang bilang saya lucu. Banyak orang menterawai saya... Tetapi..??


Kita harus tahu bahwa ada pepatah, "3 % orang menguasai 90 % uang yang ada..". Yah itu memang betul. dan disini, dibalik kengelanturan saya, sebenarnya saya menyimpan ways (cara) untuk mencapai 3 %. Yah, you know lah mikirnya aneh-aneh dan saya berharap hostingan hostpojok.com merupakan 3 % nya..!! Kita tunggu saja hasilnya. Lancar tidak..!!


Aniwei, saat saya mau transfer uang ke hostpojok, eeh wa bisa buangeeetss.. sangking "bisanya" saya malah mendebet uang saya ndiri..!! hiikss...!! Tetapi tidak ada kata gagal yang ada belajar, belajar, belajar, dan belajar baru kita nikmatin sukses, sukses dan sukses.

Thursday, June 19, 2008

Tekankan Dirimu Untuk Selalu Hepi...!!


Setiap hari adalah selalu senang..!! tekankanlah untuk selalu riang..!! Jadi, walau mood yang terjadi adalah not bad, iri dengki, apapun harus tekankan hepi, karena hepi dapat menyebabkan riang, suasana cerah dan dapat menikmati hidup. Loh kok bisa..?? Berikut pengalaman saya..!!


Sejak awal, saya jalani hidup dari bangun tidur, sampe mau tidur.. Kalo harus memikirkan namanya pekerjaan..?? Huh rasanya pening..! Tidur tidak enak, jalani hidup tidak nyaman.. So mulai dari sekarang terapkan hidup hepi dan positive thinking

Wednesday, June 18, 2008

Memberantas Korupsi Mulai Dengan Diri Sendiri

~~ NEPOSTISME, bag. dari KKN ~~


Budaya korupsi seakan-akan sudah merajalela. Mula idari tubuh parlemen, pemerintahan, wakil rakyat, sampai pada KPK. Yakni terjadinya kasus penyuapan oleh Arlyta dengan jaksa Urip Tri Gunawan. Bagaimana hal ini bisa terjadi..? Ya mungkin kalau kita menyalahkan birokrasi, mereka juga punya alasan yang kuat mengapa mereka tidak korupsi. Kalau kita salahkan PNS a.k.a Guru..?? Hmm boro-boro korupsi, yang dikorupsi gak ada..??


Mau tanya kemana..?? Kalangan yang kelas ekaonominya menengah kebawah..? Pencuri ayam..? Wakakakak... mimpi..!! Mana tau istilah korupsi ~begitu pula saya yang ngakak, kagak tau apa arti sebenarnya yang dimaksud korupsi!~


KAlau kita menuduh, agaknya kurang pas.. Sekarang saya akan berbicara mengenai tikus yang dihubung-hubungkan dengan Koruptor


Koruptor, yang dilambangkan oleh tikus ini, sesuai sifatnya, yaitu menyelinap diam-diam... GAk tau, yang semula itu keju di taruh dimeja, beberapa menit kemudian lenyap entah kemana... Cemana pula ini..?? Begitulah watak koruptor dengan tikus..Perbedaannya..


Kalau kita mau memberantas tikus yang suka mencuri, kita harus memperbaiki mengusahakan, agar tikus tidak suka mencuri..? Dengan racun-tikus..?? hmm tidak kalau dalam konteks ini, dengan fogging..?? hmm memang logis, tetapi dalam permasalahan ini tentu bukanlah hal yang baik. Lalu apa..??


Ya dengan mebentuk gen baru dan mengubah sifat gen tikus itu sendiri. Membentuk gen baru..?? Cukup efektif. Tetapi itu butuh waktu yang terlalu lama ~sampek wujud evolusi~. Laa kalau mengubah sifat gen tikus..?? Hmm, masih bisa di tolerir ituh..!! YAkni dengan membiasakan tikus itu tidak mencuri... Dimulai dari niat pengubah gen... Bukan perubah gen... Anda sanggup..?

Tuesday, June 17, 2008

Senyum senyum dan senyum

HOHOHO, wong tuwek ngguyu


Saat kita melangkah, mungkin kalau kita negative thinking terhadap sekitar, bisa jadi apa yang kita pandang menjadi sesuatu hal yang mesti membikin momok kita jadi menjadi-jadi, atau istilahnya yang ekstrem paranoia. Terus, kalau kita usahain untuk mencari pelampiasan di tempat lain.. Ya mungkin gak bisa. Soalnya mood bilang maunya kita harus ke sana terus.. Jalan satu2-nya kemana..??



Kalau kita melampiaskannya ke "daerah lain" misalnya ke jelakan orang lain, atau ke tempat yang bikin fresh, tentunya bisa saja kalau kita bosen kita akhirnya beralih ke hal-hal lain. Tetapi kalau saya tidak. Saya fokuskan ke senyuman saya


Dengan saya senyum, berarti saya telah mengaktifkan 16 otot saya untuk rilex, selain itu, kalau kita menikmati itu senyuman, bisa mengubah mood kita.. So, jangan biarkan diri kita tegang. Buat efek lain, lakukanlah senyum, senyum dan senyum...!!

Monday, June 16, 2008

Zuhud, Memang Perlu Dibutuhkan..!!



Inilah yang terjadi pada saya, kadang saya berfikir, apa yang saya lakukan ini berguna atau tidak..?? Hari-hari ini wa kerjaannya tidur mulu ajah. Tatkala melihat salah satu senior saya bejualan koran, motivasi saya bangkit. Apa-apaan nich..? beginikah pelajar yang katanya penerus bangsa..??

Saya tak henti-hentinya menyentil diri sendiri yang kolot, pemalas, n maunya cuman yang instan-instan. Mulai dari Friensteran lah, Kaskus-an lah dan sebagainya. Sampai-sampai saya tida menghiraukan dunia saya yang sebenarnya. Seberapapun gw ke rumah, namun pada akhirnya saya bagaikan di hipnotis oleh komputer saya sendiri, hati ini, behaviour ini sebenarnya berkata, kalau aku harusnya tidak begini. Harus belajar... MEnuntut cita-cita.

Di kala teman-teman lain susah, rasa-rasanya saya merasa tidak enak, memakan "ayam panggang" sendiri atau minum cocktail atau sejenis punch yang harganya selangit. BBM naik, wargapun yang sekolah menjadi kurang, soalnya harga barang sendiri itu naik. Kadang saya berfikir, pantaskah sikap saya seperti ini..??

Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, kalau saya di rumah, saya sudah terhipnotis untuk bermain internet.. Istilahnya Kaskus addict atau Surfing Addict. Saya harus membangun dunia lebih banyak daripada dunia maya, lebih banyak mencurahkan hidup saya kepada sosialis daripada hal-hal maya...

Memang itu susah, tetapi ya memang begitulah hidup. Bahkan Rosullulah juga pernah melakukan zuhud dikala umat-umatnya sudah error.

Zuhud... Hmm, itulah yang harus saya pertimbangkan, dan mau tak mau, harus saya jalani tiap hari...!!

Tuesday, May 27, 2008

Nikmatilah kebangkitan...!!

Berikut ini adalah perbandingan tentang Kebangkitan yang dulu dengan sekarang.


Kebangkitan yang dulu :


Sebuah organisasi, yang kemudian telah menjadi pelopor sebuah kebangkitan organisasi tentang arti "nasionalisme" sebenarnya terbentuk dari sebuah diskusi mahasiswa STOVIA, sebut saja Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Waktu itu pula juga terdapat banyak organisasi. Tetapi organisasai tersebut tidak menerima orang jawa sebagai anggotanya. sebut saja Indische Bond untuk orang indo-belanda dan Tiong Hoa Hwee Kwoan yang diperuntukkan untuk masyarakat Tionghoa.


Diadakanlah pertemuan, dengan bermodalkan gagasan dari mahasiswa belanda, lahirlah organisasi Budi Oetomo. KArena keaktifannya dalam membahas pengertian tentang Nasionalisme, mulailah tumbuh organisasi-organisasi lain yang mengekor ideologi partai ini.


Kebangkitan yang sekarang :


Waktu saya liat di televisi, saat 100 tahun kebangkitan, perayaannya sangatlah menarik... Dari angkatan bersenjata, sampai angkatan laut, dari budaya reog sampai yang ondhel-ondhel... Bussheet pokoknya menarik dech..!! Benar-benar testruktur... Hingga gue berfikir dalam hati.. Inilah sebenarnya budaya indonesia, tetapi dalam kehidupan sehari-hari gaungnya kok nggak ada ya..?? Dimanakah gerangan..??


Saya juga sempat berfikir, habis berapa milyar yach upacara yang kayak begini... Emang sich menarik, tetapi bukankah ini sangat menghambur-hamburkan uang negara...?? Apa memang ini yach "POTRET" bangsa kita yang memang suka boros..?? Itulah hal-hal yang ada di benak saya...


Disisi lain, apakah saya ini adil memfikirkan bangsa dengan mengkritik habis apa yang dilakuin oleh bangsa saya sendiri....?? Kalau mau jujur, sebenarnya saya juga mengkritik diri saya sendiri.. Apa sich yang harus saya lakukan untuk kebangkitan saya sendiri..?? Rasa-rasanya saya kok merasa tidak enak yach.. Kalau tahun baru, saya ikut meniup terompet, kalau lagi isra' miraj, saya asyik menikmati empal goreng, sementara kalau hari kebangkitan bangsa..?? Nonton doank...!! Aah.. itu tidak enak brow..! TIdakkah kita berfikir dengan otak, bukan dengan dengkul tentang perjuangan saat itu..? Rasanya tidak enak bagi diri kita sendiri khan..? Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa saya sarankan untuk menikmati kebangkitan...


1. Lakukanlah apa yang mau ingin kau lakukan. Contohnya, kalau kamu jago main basket, ya jangan sungkan-sungkan berlatih di lapangan SMASA pagi hari... Terus keinginanmu untuk latihan itu jangan mau dibujuk oleh kemalasanmu serta penyangkalan-penyangkalan aneh.


2. Pakai motivasi dalam mendorong keinginanmu.. Balik lagi ke masalah basket. Tentunya kalau kita tidak punya motivasi yang cukup dalam menjalani keseharian bermain basket, lama-lama kita bosan. Sehingga kita tidak bisa sampai ke tujuan kita.


3. Motivasinya..?? Ya demi kejayaan Indonesia. Terdengar lucu yach..?? Jangan salah coy..! Justru para Angkatan bersenjata dan Polisi menggunakan motivasi seperti ini dalam menggenjot power mereka...! Niat mereka hanyalah satu, untuk mendedikasikan dan mengabdikan diri mereka kepada bangsa indonesia. Sehingga bisa kalian ketahui kalau para angkatan itu umumnya berani mengorbankan nyawa mereka sendiri, demi bangsa indonesia.. Bandingkan dengan mereka yang tidak mempunyai semangat seperti itu...!


Apabila tips-tips kecil diatas dapat kamu gunakan dalam menjalani hari-harimu, insya allah dapat berguna bagi masa depan... Memang, seperti yang kita ketahui. Langkah besar memang berawal dari satu langkah.



Sunday, May 25, 2008

Unlimited BBM...?? Itu bukan hal yang tidak Mungkin...!!

Penemu BBM Murah Mendadak Pingsan





NGANJUK - Penemu BBM murah berbasis air, Djoko Suprapto (48) mendadak jatuh pingsan di rumahnya, Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Sabtu (24/5) siang. Penemu blue energy itu pingsan saat hendak menjelaskan penemuannya kepada wartawan.




Saat duduk di sofa didampingi istrinya, Winda Mira, Djoko berusaha menjelaskan proses penemuan mutakhirnya. Belum tuntas penjelasannya, tiba-tiba tangan Djoko gemetar. Kepalanya merunduk pelan kemudian lemas hingga menyentuh lengan kiri.




Wajahnya pucat. Dalam hitungan detik, kepala Djoko jatuh menimpa tangan kirinya yang disandarkan di pinggir sofa. Tidak hanya Winda Mira, lima orang dekat Djoko yang ada di ruang tamu utama itu kaget. Beberapa saat kemudian Djoko siuman. Winda Mira langsung membukakan segelas air mineral dan diminumkan ke suaminya.




"Maaf ya, bapak kondisinya sedang tidak fit. Tolong beri kesempatan suami saya istriahat dulu. Lain kali diwawancarai lagi," pinta Winda kepada wartawan. Kemudian, orang-orang kepercayaan Djoko meraih kedua tangannya untuk dipapah masuk ke ruang dalam.




Apakah Djoko dipenuhi beban luar biasa, terutama setelah dua minggu menghilang? Baik Winda maupun orang-orang terdekat Djoko tak ada yang bisa menjelaskan. Istri yang sudah dikaruniai dua anak dari pernikahannya dengan Djoko ini hanya mengatakan sejak pulang Jumat (23/5) dini hari lalu, kondisi suaminya sering drop.




Djoko pingsan setelah 15 menit diwawancarai wartawan. Sebagaimana janji Djoko, Sabtu siang kemarin, pria asal Gemolong, Sragen, Jateng, ini menyatakan bersedia menerima wartawan. Pukul 10.15 WIB Djoko duduk didampingi istrinya menerima wartawan.


Pingsannya Djoko bermula ketika Surya mencoba mengorek tentang penemuannya. Saat diminta menjelaskan hingga unsur hydrogen bisa diubah menjadi BBM, tiba-tiba dari mulut Djoko tidak lagi terdengar suara hingga ambruk.




Dalam wawancara awal, Djoko menjawab pertanyaan dengan lancar. Dia menjelaskan, air yang memiliki unsur hydrogen memiliki kandungan salah satu unsur bahan bakar. Ia cukup menambah rantai-rantai carbon. Selanjutnya prosesnya akan ditambah katalisator hingga menghasilkan minyak fosil.




Terbelit Dana




Meski secara teknis belum banyak yang bisa diketahui dari penemuannya, namun penjelasan di ruang utama Padepokan Jodhipati itu sudah bisa membuka misteri hilangnya Djoko selama dua minggu.




"Terus terang, selama dua minggu itu saya tidak bisa dihubungi. Itu bagian dari strategi untuk fokus menyelesaikan proyek kami. Selama itu pula, saya menggalang dana untuk mempercepat selesainya proyek agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat," kata Djoko.




Bahkan, pria yang hobi nanggap wayang ini mengaku tak menghadiri undangan Presiden SBY pada acara Malam Kebangkitan di Senayan. "Undangan itu dalam rangka janji saya dan kerjasama juga dengan Bapak Presiden agar proyek kami segera terealisasi. Tapi kondisi kesehatan saya tidak memungkinkan, " tandas sarjana teknik lulusan perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta ini.




Selama `menghilang` itu, Djoko mengaku harus bolak-balik ke tempat produksi dan laboratorium penelitian. Namun saat ditanya di mana tempat-tempat tersebut, Djoko hanya menjawab tidak jauh, tidak sampai di luar Pulau Jawa.




Pemilik Radio Jodhipati FM ini menambahkan, sudah dua tahun dirinya mengembangkan BBM berbasis hydrogen. Sejauh ini kapasitas produksinya sudah mencapai 10 liter per detik. "Namun, jenis BBM-nya saat ini masih berupa bahan menuju solar atau agak tepanya masih minyak tanah," terang Djoko.




Untuk produski 10 liter per detik itu, Djoko masih akan mengeksploitasi air tanah. Tapi untuk pengembangan lebih besar, konsentrasi akan dialihkan ke laut. Djoko bertekad menggarap sepanjang pantai. Info yang berkembang, selain saat ini memiliki pabrik di Cikeas, Djoko mulai menggarap di kawasan pantai Parangtritis Jogjakarta. "Doakan semua segera tuntas dan bisa dirasakan semua masyarakat," harap Djoko.


Proyek Blue energy yang dicanangkan oleh penemu dari Nganjuk, layak diacungi jempol.. Bagaimana tidak, proyek ini bisa meng-convert air menjadi bbm...!! Bahkan menyebabkan polusi..!!


Jangan sampai proyek ini batal... mari kita buat proyek ini berjalan lancar....

Tuesday, May 20, 2008

Perlu Nga Sich Kita Ngejar Target..??


Saat ini, gue mau planning ke depan, untuk selalu ngeset proritas dalam ngerjain sesuatu, misalnya kita belajar.. Maklum dech, kalo misalnya dah kuliah, apalagi dah kuliah, kalau tidak kita awali dari sekarang, nanti takutnya akan berpengaruh pada habit hingga dewasa...


Oleh karena itu, mau ngga mau aku harus banyak ngorbaini apa yang harus saya sukai, walaupun otak ini serasa capek dan hati serasa nggak enak ninggalin barang seperti itu, baik itu KASKUS -yang tiap hari DOWN mulu, gak tu diserang hacking atau apa-, NONTON TV, atau apalah... Hikkss.. disisi lain kalo gue harus sukses, gue harus tirakat, tawakal..


Gue juga sempat mikir, kalo misalnya gue ntar gak bisa konsen ke keaktifak ke dalam sekolah gimana yach... Soalnya emang berat sich, dah gua ngrancang Planning Life for my future, kalau saya langgar sendidi, saya yang rugi.. Duh, sial... By the way, gue jadi ingat NO GAIN WITHOUT PAIN, kalau mau sukses ya harus gagal dulu, sebegitulah yang kau tanam, sebegitulah yang kau dapat...