Motivasi, Artikel, dan Segala opini tentang saya
Heah, yuhu.... kale ini, saya mau nulis aim untuk 2008, yah biasa lah.. Agar saat ngeblog ini jadi punya motivasi untuk gak males... Mmmaksudnya, biar ada semangat getuh.. Artikel ini terinspirasi dari impiannya Mas Cosa, cieee... walaupun pemilik blog ini gak rame-rame amat, dikunjungi.. tapi setidaknya setelah baca postingan gue jadi -Hiiksss.... - pengin lah memberikan sedikit kocek berupa opinilah, komentar lah... dsb.
Emang sich gue kagak bisa ngasih kontes review kayak di Mas Cosa , maklum koceknya juga masih BuLan TuWek.. <dobel> Hikks.. </dobel>
Langsung saja yach...
Memang sich, blog ini bukanlah setenar selebritis seperti NdoroKakung, Antobilang, TikaBanget, Bung Priyadi, Bung Budi Putra, atau seperti Bung Herman..
Okelah cukup sekian kaleidoskop tahun ini, dan mari kita memulai 2008 yang baru..!
Jadi teringat kata pepatah, "Kalau Bisa Mengimajinasi Yang Tinggi, Mengapa nglakuin yang rendah..?"
NGANJUK- Kondisi situs-situs cagar budaya semakin memprihatinkan saja. Khususnya yang berada di luar ruangan. Contohnya, Candi Lor. Akibat kurangnya perawatan, candi yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret itu rusak. Material penyusunnya semakin rapuh dan tergerus yang yang dapat mengancam kekokohannya. Di dinding bagian utara candi yang diperkirakan dibangun pada 937 itu semakin krowok (berlubang). Batu-bata penyusunnya semakin habis seperti bekas tergerus oleh benda lain.Sementara itu, susunan batu-bata yang baik di bagian atas maupun luar sudah ditumbuhi lumut. Dinding yang semula berwarna merah kini menjadi hijau kusam akibat tertutup lumut. Kondisi itu tentu saja mengurangi keindahan candi. “Padahal candi itu sudah rutin dibersihakan oleh juru pemeliharanya dari Trowulan,” kata Setiadi, kasi Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Budaya Daerah (Disparbuda).Setiadi mengakui kondisi candi yang berukuran alas 12,4 X 11,5 meter persegi itu memang semakin rusak. “Karena hanya terbuat dari batu-bata dan usianya juga sudah sangat tua maka bangunannya jadi krikit (tergerus, red),” katanya.Perawatan candi yang menghadap ke barat itu cukup sulit. Itu disebabkan karena material bangunannya yang dari batu bata biasa. Tidak ada yang bisa dikerjakan untuk membuat candi lebih awet. “Beda dengan kalau candi terbuat dari batu kali,” terangnya.Lebih memprihatinkan lagi, kebanyakan wisatawan yang mengunjungi candi dengan pohon kepuh besar di atasnya itu kurang menjaga kelestarian. Anak-anak sekolah yang banyak mampir ke candi seusai pulang sekolah seringkali menaiki batu-bata. Kondisi itu semakin membuat posisi batunya bergeser atau bahkan patah.Padahal, candi tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. Nama Anjuk Ladang sebagai asal mula nama Nganjuk muncul dari prasasti yang ditemukan di sekitar candi itu. “Makanya candi ini juga sering disebut dengan prasasti Anjuk Ladang,” kata Setiadi.Dalam prasasti batu tertulis yang ditemukan di sekitar candi itu, Candi Lor dibangun oleh Pu Sindok pada 859 Saka atau 937 Masehi. Candi itu sebagai tugu kemenangan setelah Pu Sindok atau yang bergelar Sri Maharaja Pu Sindok Sri Isana Dharmotunggadewa itu berhasil merebut kemenangan dalam sebuah peperangan.Selain Candi Lor, situs bersejarah lain yang kurang mendapat perhatian adalah situs peninggalan zaman Majapahit yang ditemukan di Dusun Gondang, Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono beberapa waktu lalu. Setelah ditemukan pertama kali akhir 2005 lalu dan mulai dilakukan penelitian awal Juni lalu hingga sekarang situs itu masih mangkrak. “Tahun 2007 baru akan dilanjutkan penelitiannya, kami sudah membuat programnya dalam APBD tahun depan,” pungkas Setiadi. sumber: jawapos
Di tempat saya terdapat objek wisata yang mungkin belum anda ketahui... Yuk Tengok.. Lokasi : Desa Ngliman Kecamatan SawahanJarak dari kota Nganjuk : 32 kmAkomodasi : AdaTransportasi : Mini busKeterangan : Air terjun Sedudo terletak di Desa Ngliman Kec. Sawahan. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan Ibu Kota Kab. Nganjuk. Udaranya bersih dan sejuk. Terletak pada ketinggian 1438 m dpl. Ketinggian air terjun ini sekitar 105 meter. Masyarakat setempat masih mempercayai, air terjun in memiliki kekuatan supra natural. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada setiap Bulan Syuro. Konon mitos yang ada sejak jaman Mojopahit, pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut. Sebab pada bulan itulah, air terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual yaiu memandikan arca dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang pihak Permkab Nganjuk secara rutin melaksanakan acara ritual mandi Sedudo setiap bulan Syuro. Bagi pengunjung sudah disediakan fasilitas ruang ganti pakaian, kamar mandi /wc , tempat penjualan makanan . pakaian, buah-buahan dan souvenir.Sumber: Putra-Wilis
Pembaca yang budiman, Selamat datang di Blog nya Cemol, Saya hanyalah seonggok daging yang diberi kekuatan untuk menulis bait-per-bait, kata-per-kata. Seorang Pembelajar sejati di bidang medis. Suka baca buku kedokteran, motivasi. Saya orang keturunan jawa merauke yang lahir besar di kabupaten Mappi, kota tercinta 1000 rawaBlog ini berisi motivasi dan opini. Dengan ada kritikan, maka diharap ada feedback sehingga suatu regulasi bisa tertata lebih apik. Semoga bermanfaat.