Motivasi, Artikel, dan Segala opini tentang saya
Berikut ini adalah perbandingan tentang Kebangkitan yang dulu dengan sekarang.
Kebangkitan yang dulu :
Sebuah organisasi, yang kemudian telah menjadi pelopor sebuah kebangkitan organisasi tentang arti "nasionalisme" sebenarnya terbentuk dari sebuah diskusi mahasiswa STOVIA, sebut saja Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Waktu itu pula juga terdapat banyak organisasi. Tetapi organisasai tersebut tidak menerima orang jawa sebagai anggotanya. sebut saja Indische Bond untuk orang indo-belanda dan Tiong Hoa Hwee Kwoan yang diperuntukkan untuk masyarakat Tionghoa.
Diadakanlah pertemuan, dengan bermodalkan gagasan dari mahasiswa belanda, lahirlah organisasi Budi Oetomo. KArena keaktifannya dalam membahas pengertian tentang Nasionalisme, mulailah tumbuh organisasi-organisasi lain yang mengekor ideologi partai ini.
Kebangkitan yang sekarang :
Waktu saya liat di televisi, saat 100 tahun kebangkitan, perayaannya sangatlah menarik... Dari angkatan bersenjata, sampai angkatan laut, dari budaya reog sampai yang ondhel-ondhel... Bussheet pokoknya menarik dech..!! Benar-benar testruktur... Hingga gue berfikir dalam hati.. Inilah sebenarnya budaya indonesia, tetapi dalam kehidupan sehari-hari gaungnya kok nggak ada ya..?? Dimanakah gerangan..??
Saya juga sempat berfikir, habis berapa milyar yach upacara yang kayak begini... Emang sich menarik, tetapi bukankah ini sangat menghambur-hamburkan uang negara...?? Apa memang ini yach "POTRET" bangsa kita yang memang suka boros..?? Itulah hal-hal yang ada di benak saya...
Disisi lain, apakah saya ini adil memfikirkan bangsa dengan mengkritik habis apa yang dilakuin oleh bangsa saya sendiri....?? Kalau mau jujur, sebenarnya saya juga mengkritik diri saya sendiri.. Apa sich yang harus saya lakukan untuk kebangkitan saya sendiri..?? Rasa-rasanya saya kok merasa tidak enak yach.. Kalau tahun baru, saya ikut meniup terompet, kalau lagi isra' miraj, saya asyik menikmati empal goreng, sementara kalau hari kebangkitan bangsa..?? Nonton doank...!! Aah.. itu tidak enak brow..! TIdakkah kita berfikir dengan otak, bukan dengan dengkul tentang perjuangan saat itu..? Rasanya tidak enak bagi diri kita sendiri khan..? Oleh karena itu, ada beberapa hal yang bisa saya sarankan untuk menikmati kebangkitan...
1. Lakukanlah apa yang mau ingin kau lakukan. Contohnya, kalau kamu jago main basket, ya jangan sungkan-sungkan berlatih di lapangan SMASA pagi hari... Terus keinginanmu untuk latihan itu jangan mau dibujuk oleh kemalasanmu serta penyangkalan-penyangkalan aneh.
2. Pakai motivasi dalam mendorong keinginanmu.. Balik lagi ke masalah basket. Tentunya kalau kita tidak punya motivasi yang cukup dalam menjalani keseharian bermain basket, lama-lama kita bosan. Sehingga kita tidak bisa sampai ke tujuan kita.
3. Motivasinya..?? Ya demi kejayaan Indonesia. Terdengar lucu yach..?? Jangan salah coy..! Justru para Angkatan bersenjata dan Polisi menggunakan motivasi seperti ini dalam menggenjot power mereka...! Niat mereka hanyalah satu, untuk mendedikasikan dan mengabdikan diri mereka kepada bangsa indonesia. Sehingga bisa kalian ketahui kalau para angkatan itu umumnya berani mengorbankan nyawa mereka sendiri, demi bangsa indonesia.. Bandingkan dengan mereka yang tidak mempunyai semangat seperti itu...!
Apabila tips-tips kecil diatas dapat kamu gunakan dalam menjalani hari-harimu, insya allah dapat berguna bagi masa depan... Memang, seperti yang kita ketahui. Langkah besar memang berawal dari satu langkah.
NGANJUK - Penemu BBM murah berbasis air, Djoko Suprapto (48) mendadak jatuh pingsan di rumahnya, Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Sabtu (24/5) siang. Penemu blue energy itu pingsan saat hendak menjelaskan penemuannya kepada wartawan.Saat duduk di sofa didampingi istrinya, Winda Mira, Djoko berusaha menjelaskan proses penemuan mutakhirnya. Belum tuntas penjelasannya, tiba-tiba tangan Djoko gemetar. Kepalanya merunduk pelan kemudian lemas hingga menyentuh lengan kiri.Wajahnya pucat. Dalam hitungan detik, kepala Djoko jatuh menimpa tangan kirinya yang disandarkan di pinggir sofa. Tidak hanya Winda Mira, lima orang dekat Djoko yang ada di ruang tamu utama itu kaget. Beberapa saat kemudian Djoko siuman. Winda Mira langsung membukakan segelas air mineral dan diminumkan ke suaminya."Maaf ya, bapak kondisinya sedang tidak fit. Tolong beri kesempatan suami saya istriahat dulu. Lain kali diwawancarai lagi," pinta Winda kepada wartawan. Kemudian, orang-orang kepercayaan Djoko meraih kedua tangannya untuk dipapah masuk ke ruang dalam.Apakah Djoko dipenuhi beban luar biasa, terutama setelah dua minggu menghilang? Baik Winda maupun orang-orang terdekat Djoko tak ada yang bisa menjelaskan. Istri yang sudah dikaruniai dua anak dari pernikahannya dengan Djoko ini hanya mengatakan sejak pulang Jumat (23/5) dini hari lalu, kondisi suaminya sering drop.Djoko pingsan setelah 15 menit diwawancarai wartawan. Sebagaimana janji Djoko, Sabtu siang kemarin, pria asal Gemolong, Sragen, Jateng, ini menyatakan bersedia menerima wartawan. Pukul 10.15 WIB Djoko duduk didampingi istrinya menerima wartawan.Pingsannya Djoko bermula ketika Surya mencoba mengorek tentang penemuannya. Saat diminta menjelaskan hingga unsur hydrogen bisa diubah menjadi BBM, tiba-tiba dari mulut Djoko tidak lagi terdengar suara hingga ambruk.Dalam wawancara awal, Djoko menjawab pertanyaan dengan lancar. Dia menjelaskan, air yang memiliki unsur hydrogen memiliki kandungan salah satu unsur bahan bakar. Ia cukup menambah rantai-rantai carbon. Selanjutnya prosesnya akan ditambah katalisator hingga menghasilkan minyak fosil.Terbelit DanaMeski secara teknis belum banyak yang bisa diketahui dari penemuannya, namun penjelasan di ruang utama Padepokan Jodhipati itu sudah bisa membuka misteri hilangnya Djoko selama dua minggu."Terus terang, selama dua minggu itu saya tidak bisa dihubungi. Itu bagian dari strategi untuk fokus menyelesaikan proyek kami. Selama itu pula, saya menggalang dana untuk mempercepat selesainya proyek agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat," kata Djoko.Bahkan, pria yang hobi nanggap wayang ini mengaku tak menghadiri undangan Presiden SBY pada acara Malam Kebangkitan di Senayan. "Undangan itu dalam rangka janji saya dan kerjasama juga dengan Bapak Presiden agar proyek kami segera terealisasi. Tapi kondisi kesehatan saya tidak memungkinkan, " tandas sarjana teknik lulusan perguruan tinggi terkemuka di Yogyakarta ini.Selama `menghilang` itu, Djoko mengaku harus bolak-balik ke tempat produksi dan laboratorium penelitian. Namun saat ditanya di mana tempat-tempat tersebut, Djoko hanya menjawab tidak jauh, tidak sampai di luar Pulau Jawa.Pemilik Radio Jodhipati FM ini menambahkan, sudah dua tahun dirinya mengembangkan BBM berbasis hydrogen. Sejauh ini kapasitas produksinya sudah mencapai 10 liter per detik. "Namun, jenis BBM-nya saat ini masih berupa bahan menuju solar atau agak tepanya masih minyak tanah," terang Djoko.Untuk produski 10 liter per detik itu, Djoko masih akan mengeksploitasi air tanah. Tapi untuk pengembangan lebih besar, konsentrasi akan dialihkan ke laut. Djoko bertekad menggarap sepanjang pantai. Info yang berkembang, selain saat ini memiliki pabrik di Cikeas, Djoko mulai menggarap di kawasan pantai Parangtritis Jogjakarta. "Doakan semua segera tuntas dan bisa dirasakan semua masyarakat," harap Djoko.
Proyek Blue energy yang dicanangkan oleh penemu dari Nganjuk, layak diacungi jempol.. Bagaimana tidak, proyek ini bisa meng-convert air menjadi bbm...!! Bahkan menyebabkan polusi..!!
Jangan sampai proyek ini batal... mari kita buat proyek ini berjalan lancar....
Pembaca yang budiman, Selamat datang di Blog nya Cemol, Saya hanyalah seonggok daging yang diberi kekuatan untuk menulis bait-per-bait, kata-per-kata. Seorang Pembelajar sejati di bidang medis. Suka baca buku kedokteran, motivasi. Saya orang keturunan jawa merauke yang lahir besar di kabupaten Mappi, kota tercinta 1000 rawaBlog ini berisi motivasi dan opini. Dengan ada kritikan, maka diharap ada feedback sehingga suatu regulasi bisa tertata lebih apik. Semoga bermanfaat.